Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS IMUNISASI LANJUTAN PADA BALITA DI KELURAHAN NENANG KECAMATAN PENAJAM KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Hasriani, St.; Asnuddin, Asnuddin; Pratiwi, Wilda Rezki; Wikardiana, Wikardiana
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 7 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2024.7.1.10-21

Abstract

Imunisasi merupakan usaha untuk memperteguh atau memperkuat sistem kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga saat terserang penyakit hanya mengalami sakit ringan. Menurut data rekapitulasi cakupan imunisasi di Kelurahan Nenang sebesar 81,7% dan masih terbilang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status imunisasi lanjutan di Kelurahan Nenang Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara, melibatkan klinik, dan 5 posyandu yang berada di Kelurahan Nenang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 67 orang, dengan jumlah sampel 32 ibu yang memiliki anak usia 1-5 tahun yang tinggal di Kelurahan Nenang. Teknik pengambilan sampel dengan non probability sampling. Data didapatkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat signifikan (ɑ = 0,05). Hasil uji statistik menggunakan uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan ibu dengan status imunisasi lanjutan pada balita (p value = 0,055), dan ada hubungan antara pekerjaan (p value = 0,033), dukungan keluarga (p value = <0,001), dengan status imunisasi lanjutan pada balita di Kelurahan Nenang Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Berdasarkan hasil penelitian, dari tiga karakterisitik responden hanya pekerjaan dan dukungan keluarga yang memiliki hubungan dengan status imunisasi lanjutan pada balita di Kelurahan Nenang Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara.
PERBEDAAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PELATIHAN PEMANFAATAN APLIKASI BERBASIS ANDROID “BALITAKU SEHAT” Hasrul, Hasrul; Hasriani, ST.; Hadiq, Shabran; Hafid, Aslinda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3900-3907

Abstract

Posyandu di Indonesia secara rutin dilakukan setiap bulan untuk memantau kesehatan ibu dan anak. Beberapa permasalahan yang didapatkan di posyandu seperti kader melakukan pencatatan pelaporan status gizi balita dan penyuluhan Kesehatan secara manual, Hal ini tidak efektif dan efisien. Salah satu tugas kader adalah melakukan pencatatan dan pelaporan. Sejauh ini pencatatan dan pelaporan serta penyuluhan Kesehatan dilakukan secara manual, untuk itu kader perlu mendapat dukungan teknologi informasi guna mempermudah melaksanakan tugas tersebut.  Aplikasi Balitaku Sehat merupakan salah satu inovasi aplikasi smarphone yang digunakan untuk memudahkan kader dalam kegiatan Posyandu. Tujuan kegiatan mengetahui perbedaan keterampilan kader sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan dan pendamingan penggunaan aplikasi “Balitaku Sehat”. Metode Penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectionall. Subjek penelitian ini adalah kader Posyandu yang berada di Wilayah Kerja Pustu Arawa Kab. Sidenreng Rappang sebanyak 12 orang. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah dilakukan pelatihan. Hasil: didapatkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan dan pendampingan yaitu p=0,000 (p<0,05).  Kader yang memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi 100%. Sebelum dilakukan pelatihan, kader yang memiliki pengetahuan baik adalah 20%. Kenaikan skor pengetahuan kader sebesar 80%. Terdapat perbedaan pengetahuan kader setelah dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi Balitaku Sehat.
Pengaruh Pemberian Mp-ASI Berbasis Kearifan Lokal terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Hasriani, St.; Asnuddin, Asnuddin; Pratiwi, Wilda Rezki; Qardhawijayanti, Suci; B, Lisnayanti
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5005

Abstract

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) merupakan makanan minuman tambahan yang mengandung zat gizi dan diberikan mulai usia 6 -24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Setelah bayi berusia 6 bulan, kebutuhan zat gizi makin bertambah seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi, sementara produksi ASI mulai menurun, karena itu bayi membutuhkan makanan tambahan sebagai pendamping ASI. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian MP-ASI berbasis kearifan lokal terhadap kenaikan berat badan bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Kabupaten Enrekang. Penelitian dilaksanakan tanggal 08 Mei s/d 08 Juni 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi berusia 6-24 bulan dan berada di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Kabupaten. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi berusia 6-24 bulan sebanyak 30 orangdengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner dan dianalisis data menggunakan uji paired T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi diperoleh standar deviasi kenaikan berat badan 1,80325 dengan rata-rata kenaikan berat badan 9,3000. Sesudah dilakukan intervensi diperoleh standar deviasi kenaikan berat badan 1,81342 dengan rata-rata kenaikan berat badan 9,5667 (rata-rata kenaikan berat badan 300 gram). Terdapat pengaruh pemberian MP-ASI berbasis kearifan lokal terhadap kenaikan berat badan bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Kabupaten Enrekang. Diharapkan orang tua dapat meningkatkan pengetahuan tentang MP-ASI berbasis kearifan lokal baik secara formal atau informal dengan mengikuti penyuluhan di sehingga ibu dapat menyiapkan menu makanan bagi anak yang memenuhi kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak sesuai dengan tahap usia anak.
Edukasi Tentang Makanan Bergizi Seimbang Untuk Cegah Anemia Pada Remaja Pratiwi, Wilda Rezki; Ariyana, Ariyana; Hasriani, St.; Asnuddin, Asnuddin; Sukarta, Asmah
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Maret 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i2.662

Abstract

Prevalensi anemia remaja putri di Indonesia masih tinggi dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Mengacu pada undang–undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan Peraturan Presiden No 72 tahun tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, remaja putri merupakan salah satu sasaran kelompok prioritas atau kelompok rawan selain ibu hamil. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dpaat mengingkatkan penegtahuan remaja melalui edukasi tentang makanan bergizi untuk mecegah anemia. giatan ini dilaksanakan dengan menghadirkan 20 remaja sebagai peserta, Melalui penyuluhan dan diskusi interaktif, peserta diberikan pemahaman mengenai peran nutrisi dalam mencegah anemia, jenis makanan yang kaya zat besi, serta cara mengatur pola makan yang seimbang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi, dengan perubahan signifikan pada pemahaman mereka mengenai pencegahan anemia. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pola makan remaja dan meningkatkan kesadaran akan kesehatan gizi.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DENGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PEMBERIAN IKAN) DI KELURAHAN LIMPOMAJANG KABUPATEN SOPPENG Qardhawijayanti, Suci; Fitriani, Fitriani; Hasriani, ST.
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.1753-1757

Abstract

Makanan Tambahan merupakan makanan yang diberikan kepada balita untuk memenuhi kecukupan gizi yang di peroleh balita dari makanan sehari-hari yang diberikan ibu. Pemberian makanan tambahan (PMT) kepada sasaran perlu dilakukan secara benar sesuai aturan konsumsi yang di anjurkan. Pemberian makanan tambahan yang tidak tepat sasaran akan menjadi tdak efektif dalam upaya pemulihan status gizi sasaran. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 sampai dengan 27 Desember 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Limpomajang Kabupaten Soppeng. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan bermakna antara edukasi pencegahan stunting dengan pemberian makanan tambahan (Pemberian Ikan) di Kelurahan Limpomajang Kabupaten Soppeng. Kegiatan Pemberian PMT pada bayi/balita Stuntig dengan ikan setiap harinya, yang terlaksana selama 7 hari mendapatkan hasil peningkatan BB pada bayi/balita setelah mengkonsumsi ikan setiap harinya secara rutin dan terpantau. Dari 17 Anak yang mengalami stunting setelah diberikan ikan selama 7 hari berturut – turut dan terpantau, didapatkan hasil adanya peningkatan berat badan normal sebanyak 14 orang (82,3%), 2 orang (11,8%) dengan gizi kurang dan 1 orang beresiko gizi lebih (5,9%). Diharapkan kepada orang tua untuk selalu memperhatikan zat gizi yang terkandung dalam setiap makanan sehari-hari. Kekurangan gizi berdampak buruk pada perkembangan tubuh manusia namun kelebihan gizi juga dapat memberi efek negatif pada kesehatan untuk itu sebaiknya kita harus memberi gizi yang seimbang pada tubuh sehingga kita dapat hidup sehat.
PERBEDAAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PELATIHAN PEMANFAATAN APLIKASI BERBASIS ANDROID "BALITAKU SEHAT" Hasrul, Hasrul; Hasriani, ST.; Hadiq, Shabran; Hafid, Aslinda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3900-3907

Abstract

Posyandu di Indonesia secara rutin dilakukan setiap bulan untuk memantau kesehatan ibu dan anak. Beberapa permasalahan yang didapatkan di posyandu seperti kader melakukan pencatatan pelaporan status gizi balita dan penyuluhan Kesehatan secara manual, Hal ini tidak efektif dan efisien. Salah satu tugas kader adalah melakukan pencatatan dan pelaporan. Sejauh ini pencatatan dan pelaporan serta penyuluhan Kesehatan dilakukan secara manual, untuk itu kader perlu mendapat dukungan teknologi informasi guna mempermudah melaksanakan tugas tersebut.  Aplikasi Balitaku Sehat merupakan salah satu inovasi aplikasi smarphone yang digunakan untuk memudahkan kader dalam kegiatan Posyandu. Tujuan kegiatan mengetahui perbedaan keterampilan kader sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan dan pendamingan penggunaan aplikasi “Balitaku Sehat”. Metode Penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectionall. Subjek penelitian ini adalah kader Posyandu yang berada di Wilayah Kerja Pustu Arawa Kab. Sidenreng Rappang sebanyak 12 orang. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah dilakukan pelatihan. Hasil: didapatkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan dan pendampingan yaitu p=0,000 (p0,05).  Kader yang memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi 100%. Sebelum dilakukan pelatihan, kader yang memiliki pengetahuan baik adalah 20%. Kenaikan skor pengetahuan kader sebesar 80%. Terdapat perbedaan pengetahuan kader setelah dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi Balitaku Sehat.
Teknik Counter Pressure Mengurangi Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Huda, Samsil; Syahriani, Syahriani; Syamson, Meriem Meisyaroh; Hamdiyah, Hamdiyah; Hasriani, St.
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 5 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v5i2.925

Abstract

Lower back pain is a frequent symptom during pregnancy, often worsening as the pregnancy progresses. The shifting center of gravity, hormonal changes, and increased weight gain associated with pregnancy can contribute to lower back pain and discomfort. While pharmacological interventions are sometimes necessary, there is growing interest in non-pharmacological approaches that may provide relief without potential side effects. Counter pressure is a type of massage that uses your fists to apply constant pressure to the patient's spine during compression. Anti-stress information can also be applied to the lower back in a straight or circular motion. Back compression techniques can relieve back pain during labor contractions. Objective to determine the level of labor pain in the first stage of the active phase of labor in women giving birth at the Rappang Health Center in Sidrap Regency before back massage is carried out with the counter pressure technique. To find out labor pain in the first stage of the active phase of labor in women giving birth at the Rappang Health Center, Sidrap Regency, after doing back massage using a counter pressure technique. The type of research used is pseudo- or quasy-experimental research with a Two-Group Posttest Only design. The relaxation technique obtained a mean rank of 18.25, while the group that underwent counter pressure obtained a value of 6.75. So the average pain in the group that only got the relaxation technique was higher than that done with masse counter pressure with a p value (0.000) <0.05 so it can be concluded that counter pressure massage is effective in reducing pain intensity in laboring mothers. There is an influence of the Counter Pressure massage technique to reduce the intensity of labor pain during the first active phase at the Rappang Health Center, Sidrap Regency. Counter pressure could potentially be a useful technique for managing labor pain.
Optimalisasi literasi gender dan psikososial perempuan berbasis masyarakat sebagai upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga Pratiwi, Wilda Rezki; Hasriani, St.; Asnuddin, Asnuddin; Aprilia, Moudy; Aulyanti, Aulyanti
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 2 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i2.2424

Abstract

Background: Domestic violence (DV) remains a health and social problem experienced by women in the Bilokka Community Health Center (Puskesmas) work area. Low gender literacy and a lack of understanding of mental health often lead to violence being considered normal and going unreported, impacting women's physical and psychological health. Purpose: To improve gender literacy and understanding of women's mental health as a community-based effort to prevent domestic violence. Method: This community service activity was conducted on January 5, 2026, at the Integrated Health Post (Posyandu) in Wanio Timoreng Village, Panca Lautang District, involving 15 women of productive age and housewives as participants. The activity was implemented using a participatory and community-based approach, emphasizing the active involvement of the community, particularly women, health workers, and health cadres in the Bilokka Community Health Center work area. The material was delivered through interactive lectures and group discussions. The material was adapted to the local social and cultural context to ensure it was easily understood and accepted by participants. Instruction was provided on relaxation and stress management techniques that can be applied in everyday life. Evaluation was conducted through observation with pre-test and post-test measurements to assess the increase in participants' knowledge between before and after being given education related to gender literacy and mental health. Results: Following the educational activity, participants' knowledge of gender literacy increased by 53.3%, categorized as good, mental health increased by 66.7%, and domestic violence prevention increased by 80.0%. There was also an increase in understanding of gender literacy, mental health aspects, and domestic violence prevention. Conclusion: This community service activity successfully increased women's knowledge and understanding of gender literacy and mental health as a means of preventing domestic violence (DV). The increased knowledge of participants across all indicators positively contributed to women's attitudes and behaviors in managing the impact of domestic violence and strengthening their psychosocial resilience. Suggestion: The Bilokka Community Health Center is expected to integrate gender literacy and women's mental health education into routine health service and promotion activities as a sustainable effort to prevent Domestic Violence (DV) at the community level. Follow-up measures in the form of ongoing psychosocial support and mentoring are needed for women at risk of or experiencing DV through cross-sectoral collaboration with relevant institutions. Keywords: Domestic violence; Family; Gender literacy; Psychosocial; Women Pendahuluan: Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih menjadi permasalahan kesehatan dan sosial yang dialami perempuan di wilayah kerja Puskesmas Bilokka. Rendahnya literasi gender serta minimnya pemahaman tentang kesehatan mental menyebabkan kekerasan sering dianggap wajar dan tidak dilaporkan, sehingga berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis perempuan. Tujuan: Untuk meningkatkan literasi gender dan pemahaman kesehatan mental perempuan sebagai upaya pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga berbasis masyarakat. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 05 Januari 2026 di Posyandu Kelurahan Wanio Timoreng Kecamatan Panca Lautang dengan melibatkan sebanyak 15 perempuan usia produktif dan ibu rumah tangga sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas, yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya perempuan, tenaga kesehatan, dan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bilokka. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif dan diskusi kelompok. Penyampaian materi disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya masyarakat setempat agar mudah dipahami dan diterima oleh peserta yang disertai pemberian petunjuk teknik relaksasi dan manajemen stres yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi dilakukan melalui observasi dengan pengukuran pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi terkait literasi gender dan kesehatan mental. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta mengenai literasi gender setelah kegiatan edukasi menjadi sebesar 53.3% dalam kategori baik, untuk mengenai kesehatan mental menjadi sebesar 66.7% dalam kategori baik dan mengenai pencegahan KDRT menjadi sebesar 80.0%% dalam kategori baik. Terdapat juga peningkatan pemahaman mengenai literasi gender, aspek kesehatan mental, dan pencegahan KDRT. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perempuan mengenai literasi gender dan kesehatan mental sebagai upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Peningkatan pengetahuan peserta pada seluruh indikator memberikan kontribusi positif terhadap sikap dan perilaku perempuan dalam mengendalikan dampak kekerasan dalam rumah tangga serta penguatan ketahanan psikososial perempuan. Saran: Puskesmas Bilokka diharapkan dapat mengintegrasikan edukasi literasi gender dan kesehatan mental perempuan ke dalam kegiatan rutin pelayanan dan promosi kesehatan sebagai upaya berkelanjutan dalam pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di tingkat komunitas. Diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan dan dukungan psikososial berkelanjutan bagi perempuan yang berisiko atau mengalami KDRT melalui kerja sama lintas sektor dengan lembaga terkait.