Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efisiensi Operasional Rumah Sakit Melalui Penguatan Konsep Dasar SIMRS Terintegrasi Anggraini, Renny; Ayu, Bertua Novita; Hartono, Budi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8250

Abstract

Efisiensi operasional rumah sakit merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tengah tuntutan transformasi digital yang semakin berkembang. Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) terintegrasi menjadi salah satu solusi strategis untuk mengoptimalkan proses pelayanan, pengelolaan data, serta pengambilan keputusan. Namun, dalam praktiknya, masih banyak rumah sakit yang menghadapi kendala dalam penerapan SIMRS, seperti belum optimalnya integrasi sistem, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta rendahnya kesiapan sumber daya manusia, sehingga efisiensi operasional belum tercapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penguatan konsep dasar SIMRS terintegrasi dalam meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif dan sistematis terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam rentang tahun 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakefisienan operasional rumah sakit masih sering terjadi, seperti lamanya waktu tunggu pasien, duplikasi pencatatan data, serta keterlambatan alur pelayanan, yang berdampak pada penurunan kualitas layanan dan peningkatan beban kerja tenaga kesehatan. Implementasi SIMRS terintegrasi terbukti mampu mengatasi permasalahan tersebut melalui pengurangan duplikasi pekerjaan, percepatan alur pelayanan, peningkatan akurasi data, serta peningkatan koordinasi antar unit layanan. Selain itu, penguatan SIMRS memerlukan tahapan implementasi yang sistematis, meliputi perencanaan, pengembangan sistem, implementasi dan pelatihan, evaluasi, serta pengembangan berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan konsep dasar SIMRS terintegrasi merupakan strategi utama dalam mengatasi ketidakefisienan operasional rumah sakit. Oleh karena itu, diperlukan upaya komprehensif yang mencakup standarisasi sistem, penguatan infrastruktur teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan tahapan implementasi yang terstruktur dan berkelanjutan guna mendukung optimalisasi SIMRS.
Strategi Keamanan Jaringan dan Perlindungan Data Medis pada Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi: Tinjauan Literatur Anggraini, Renny; Ayu, Bertua Novita; Hartono, Budi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9311

Abstract

Digitalisasi pelayanan kesehatan melalui implementasi SIMRS dan Rekam Medis Elektronik meningkatkan risiko kebocoran data dan pelanggaran privasi pasien. Transformasi digital di sektor kesehatan telah mendorong implementasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) terintegrasi sebagai pendukung utama pelayanan kesehatan modern. Integrasi sistem ini memungkinkan pertukaran data pasien secara cepat dan efisien antar fasilitas kesehatan, namun juga meningkatkan risiko ancaman keamanan siber dan kebocoran data medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi keamanan jaringan dan perlindungan data medis pada sistem informasi kesehatan terintegrasi melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Literatur diperoleh dari berbagai basis data akademik seperti PubMed, IEEE Xplore, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2020–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa ancaman utama yang dihadapi sektor kesehatan meliputi ransomware, phishing, malware, akses ilegal, serta kerentanan pada perangkat medis berbasis Internet of Medical Things (IoMT). Strategi penguatan keamanan sistem memerlukan pendekatan sosioteknis yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, dinas kesehatan, dan rumah sakit. Strategi keamanan yang efektif meliputi penerapan firewall, Intrusion Detection System (IDS), segmentasi jaringan, Virtual Private Network (VPN), enkripsi data, autentikasi multifaktor (MFA), dan Role-Based Access Control (RBAC). Selain aspek teknis, faktor kebijakan organisasi, kepatuhan terhadap regulasi seperti UU PDP, serta peningkatan kesadaran sumber daya manusia memiliki peran penting dalam menjaga keamanan data medis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan sistem informasi kesehatan memerlukan pendekatan keamanan berlapis yang mengintegrasikan teknologi, regulasi, dan budaya keamanan organisasi secara berkelanjutan.