Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendampingan Dalam Pengelolaan Jurnal Dengan Digital Marketing Bersama Open Jurnal Sistem Jumandik Anggraini, Renny; Tika Kristina Hartuti, Elizabeth; Setiawan, Rio
Jurnal Pengabdian Tangerang Selatan [JURANTAS] Vol. 2 No. 1 (2024): (Januari-April) Jurnal Pengabdian Tangerang Selatan
Publisher : LAP4B

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58174/jrt.v2i1.95

Abstract

Pentingnya Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Pelaksanaan PKM ini mengambil judul “Pendampingan Dalam Pengelolaan Jurnal Dengan Digital Marketing Bersama Open Jurnal Sistem Jumandik”. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Jalan Surya Kencana, Gang H Hamzah, Pamulang Barat, Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Keberadaan jurnal ilmiah merupakan hal mendasar sebagai wadah publikasi artikel ilmiah bagi para akademisi untuk menunjukkan hasil karya penelitiannya. Pengelolaan jurnal dan digital marketing yang belum maksimal dimanfaatkan oleh para pengelola jurnal dan belum sepenuhnya dipahami oleh para peserta. Pendampingan dalam pengelolaan jurnal dan digital marketing adalah langkah penting untuk menjaga jurnal tetap relevan dan berdaya saing di era digital saat ini. Pendampingan juga membuka peluang untuk membangun jaringan dan kolaborasi. Pendampingan dalam pengelolaan jurnal ilmiah adalah komponen penting untuk menjaga keberlanjutan, meningkatkan kualitas, dan memastikan integritas jurnal tersebut dan dapat dikenal lebih luas lagi. Dengan pemahaman mendalam tentang jurnal, kemampuan manajemen editorial yang efisien, dan dukungan dalam menangani konflik atau isu etika, editor jurnal dapat membantu menjaga jurnal tetap relevan dan bermanfaat bagi komunitas ilmiah. Metode yang digunakan pada pelaksanaan PKM ini adalah Workshop atau Pelatihan. Peserta yang hadir dipastikan mendapatkan pemahaman materi dengan cukup baik. Sebagai penyempurnaan dan memastikan kemampuan peserta dalam menerapkan materi secara maksimal, akan dilakukan tahapan evaluasi secara berkala dari tim dosen dan praktisi pengajar PKM.
Pengaruh Pemberian Jus Nanas dan Madu Terhadap Penurunan TFU dan Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas di PMB Y Pesanggrahan Jakarta Selatan Anggraini, Renny; Dewi, Meinasari Kurnia; S, Ratna Wulandari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11050

Abstract

Menurut World Health Organization, terdapat 27 juta kasus ruptur perineum pada ibudi seluruh dunia. Di Indonesia laserasi perineum dialami oleh 75% ibu melahirkan pervaginam. Dari total 1951 kelahiran spontan pervaginam, 57% ibu  mendapat jahitan perineum (28% karena episiotomi dan 29%  karena  robekan  spontan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus nanas terhadap penurunan TFU dan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PBM Yusmidar tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case study. Hasil studi kasus ini adalah ibu nifas yang di berikan jus nanas madu hari pertama luka perineum basah, berwarna merah dan TFU berada setinggi pusat, hari ketiga luka perineum sedikit kering dan TFU berada di pertengahan pusat dan simfisis, hari ke 7 luka perineum sudah kering dan membaik dengan TFU berada 1 jari di atas simfisis, sedangkan ibu nifas yang tidak diberikan jus nanas hari pertama luka perineum basah, berwarna merah dan TFU berada setinggi pusat, hari ketiga luka perineum masih basah dan TFU berada 2 jari di bawah pusat, hari ke 7 luka perineum sedikit kering dan TFU berada di pertengahan pusat dan simfisis. Kesimpulan studi kasus ini adalah terdapat pengaruh pemberian jus nanas madu terhadap penurunan TFU dan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PBM Yusmidar tahun 2024. saran bagi ibu nifas diharapkan dapat mengimplementasikan konsumsi jus nanas madu terhadap penurunan TFU dan penyembuhan luka perineum.
Efisiensi Operasional Rumah Sakit Melalui Penguatan Konsep Dasar SIMRS Terintegrasi Anggraini, Renny; Ayu, Bertua Novita; Hartono, Budi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8250

Abstract

Efisiensi operasional rumah sakit merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tengah tuntutan transformasi digital yang semakin berkembang. Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) terintegrasi menjadi salah satu solusi strategis untuk mengoptimalkan proses pelayanan, pengelolaan data, serta pengambilan keputusan. Namun, dalam praktiknya, masih banyak rumah sakit yang menghadapi kendala dalam penerapan SIMRS, seperti belum optimalnya integrasi sistem, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta rendahnya kesiapan sumber daya manusia, sehingga efisiensi operasional belum tercapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penguatan konsep dasar SIMRS terintegrasi dalam meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif dan sistematis terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam rentang tahun 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakefisienan operasional rumah sakit masih sering terjadi, seperti lamanya waktu tunggu pasien, duplikasi pencatatan data, serta keterlambatan alur pelayanan, yang berdampak pada penurunan kualitas layanan dan peningkatan beban kerja tenaga kesehatan. Implementasi SIMRS terintegrasi terbukti mampu mengatasi permasalahan tersebut melalui pengurangan duplikasi pekerjaan, percepatan alur pelayanan, peningkatan akurasi data, serta peningkatan koordinasi antar unit layanan. Selain itu, penguatan SIMRS memerlukan tahapan implementasi yang sistematis, meliputi perencanaan, pengembangan sistem, implementasi dan pelatihan, evaluasi, serta pengembangan berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan konsep dasar SIMRS terintegrasi merupakan strategi utama dalam mengatasi ketidakefisienan operasional rumah sakit. Oleh karena itu, diperlukan upaya komprehensif yang mencakup standarisasi sistem, penguatan infrastruktur teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan tahapan implementasi yang terstruktur dan berkelanjutan guna mendukung optimalisasi SIMRS.
Efektivitas Investasi Sektor Kesehatan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional: Studi Literatur Dekade Terakhir Anggraini, Renny; Ayu, Bertua Novita; Hartono, Budi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8513

Abstract

Investasi di sektor kesehatan merupakan salah satu faktor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional karena berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, produktivitas tenaga kerja, serta kesejahteraan masyarakat. Dalam beberapa dekade terakhir, perhatian terhadap hubungan antara pengeluaran kesehatan dan pertumbuhan ekonomi semakin meningkat, khususnya di negara berkembang yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam pemerataan layanan kesehatan dan efisiensi anggaran. Meskipun demikian, efektivitas investasi kesehatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masih menjadi perdebatan, terutama terkait dengan kemampuan pemerintah dalam mengelola anggaran kesehatan secara optimal serta dampaknya terhadap peningkatan output ekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas investasi sektor kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui pendekatan literature review. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pendekatan naratif terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2016–2026. Analisis difokuskan pada hubungan antara pengeluaran kesehatan, peningkatan indikator kesehatan masyarakat, serta kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi sektor kesehatan secara umum memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan kualitas tenaga kerja. Namun, efektivitas investasi tersebut dipengaruhi oleh efisiensi pengelolaan anggaran, kualitas sistem pelayanan kesehatan, serta kebijakan pemerintah yang diterapkan. Oleh karena itu, investasi kesehatan perlu didukung oleh strategi yang tepat agar mampu memberikan dampak optimal bagi pembangunan ekonomi nasional.
Analisis Kesenjangan Keterampilan (Skill Gap) SDM IT Rumah Sakit dalam Menghadapi Interoperabilitas Data Kesehatan (SATUSEHAT) Ayu, Bertua Novita; Anggraini, Renny; Hartono, Budi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8727

Abstract

Transformasi digital kesehatan mendorong rumah sakit untuk menerapkan interoperabilitas data melalui platform SATUSEHAT sebagai upaya integrasi data kesehatan nasional. Dalam implementasinya, rumah sakit menggunakan berbagai sistem dan aplikasi pelayanan kesehatan yang membutuhkan interoperabilitas agar pertukaran data dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Namun, keberhasilan implementasi interoperabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, terutama kesenjangan keterampilan (skill gap) sumber daya manusia (SDM), baik pada tenaga teknologi informasi maupun tenaga kesehatan non-IT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan keterampilan SDM rumah sakit dalam mendukung interoperabilitas data kesehatan serta mengidentifikasi strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dari berbagai penelitian terkait interoperabilitas kesehatan, sistem informasi rumah sakit, dan pengembangan SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan kompetensi dalam integrasi sistem, standar HL7 FHIR, keamanan data, dan literasi digital menjadi hambatan utama implementasi interoperabilitas data kesehatan. Selain itu, keterbatasan infrastruktur teknologi, ketimpangan kapasitas antar fasilitas pelayanan kesehatan, serta belum optimalnya tata kelola sistem informasi turut memengaruhi keberhasilan implementasi SATUSEHAT. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi skill gap meliputi kolaborasi antara rumah sakit, institusi pendidikan, pemerintah, peneliti, dan tenaga kesehatan dalam pengembangan kompetensi SDM melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan literasi digital, serta penguatan kebijakan transformasi digital kesehatan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan interoperabilitas data kesehatan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan SDM, organisasi, dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan.