Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Disfungsi Keluarga dan Dampaknya terhadap Anak pada Keluarga Broken Home di Nagari Tanjung Pondok Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Safrianto, Meki; Nora, Vivi Yulia; Gaffar, Abdul; Marh, Noor Fadlli
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk disfungsi keluarga serta dampaknya terhadap anak pada keluarga broken home di Nagari Tanjung Pondok, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami fenomena sosial secara mendalam. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari keluarga broken home, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk utama disfungsi keluarga, yaitu disfungsi peran, disfungsi afeksi, dan disfungsi ekonomi. Disfungsi peran ditandai dengan ketidakseimbangan tanggung jawab dalam keluarga, di mana anak turut mengambil peran orang tua. Disfungsi afeksi terlihat dari kurangnya perhatian, komunikasi, dan kehangatan emosional antaranggota keluarga. Sementara itu, disfungsi ekonomi ditandai dengan ketidakmampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar. Faktor penyebab disfungsi keluarga meliputi kurangnya kesiapan dalam membina rumah tangga, kesibukan orang tua, perselingkuhan, dan perceraian. Dampak disfungsi keluarga terhadap anak meliputi aspek sosial, ekonomi, dan keagamaan. Anak cenderung mengalami kesulitan berinteraksi, penurunan motivasi belajar, keterbatasan pemenuhan kebutuhan dasar, serta menurunnya praktik keagamaan akibat kurangnya bimbingan orang tua. Penelitian ini menegaskan bahwa disfungsi keluarga merupakan masalah sosial yang berdampak luas dan memerlukan perhatian berbagai pihak.