Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Komunikasi Manusia–AI dalam Penulisan Akademik: Konstruksi Kredibilitas Diri pada Mahasiswa Magister Komunikasi Susilawati, Susilawati; Irawati, Irni; Ekayanti, Armynia; Darmawan, Ferry
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8392

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah praktik penulisan akademik di pendidikan tinggi, khususnya pada mahasiswa magister yang dituntut memiliki kemandirian intelektual dan kemampuan berpikir kritis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi manusia–AI dalam penulisan akademik serta implikasinya terhadap konstruksi kredibilitas diri mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif terhadap enam mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung angkatan 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik serta naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memposisikan AI sebagai “partner diskusi” yang digunakan secara fleksibel dari tahap awal hingga akhir penulisan, mulai dari brainstorming ide, penyusunan kerangka, hingga revisi akhir. Strategi komunikasi yang berkembang bersifat kolaboratif-kritis, ditandai dengan praktik evaluasi, validasi, serta pengolahan ulang terhadap output AI. Interaksi ini memengaruhi pemaknaan kepemilikan tulisan, di mana mahasiswa tetap menegaskan peran sebagai agen utama dalam proses akademik. Di sisi lain, penggunaan AI memunculkan ambivalensi berupa kekhawatiran terhadap hilangnya orisinalitas, ketergantungan, serta munculnya perasaan tidak autentik (imposter feeling). Namun, proses kritis dalam penggunaan AI justru berkontribusi pada peningkatan pemahaman materi, rasa kepemilikan tulisan, dan kepercayaan diri akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi akademik di era digital tidak hanya terletak pada kemampuan menulis mandiri, tetapi juga pada kemampuan mengelola dan memanfaatkan AI secara reflektif, kritis, dan etis.