Penelitian ini mengkaji pengembangan model penjaminan mutu pendidikan pesantren tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menemukan model penjaminan mutu pendidikan pesantren yang ada selama ini, (2) mendapatkan model penjaminan mutu pendidikan pesantren yang mencakup fungsi directing, actuating, dan supervising, dan (3) mengembangkan model MONAMEN SANTRI yang layak menurut para ahli dan praktisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Borg & Gall dengan sepuluh langkah yang terbagi menjadi empat tahapan,yaitu tahap pendahuluan, tahap perencanaan, tahap uji coba dan revisi, serta tahap implementasi dan diseminasi. Subjek penelitian pada uji coba pendahuluan melibatkan tujuh orang pakar, pada uji coba utama melibatkan satu pesantren, lalu pada uji coba operasional lapangan dilakukan di dua pesantren, dan pada tahap implementasi dilakukan di lima pesantren. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, validasi ahli, kuesioner, hingga diskusi terumpun (FGD). Data dan informasi yang didapatkan kemudian dianalisis melalui teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sistem penjaminan mutu pendidikan pesantren selama ini bersifat tradisional dan belum terstruktur, (2) model penjaminan mutu pendidikan pesantren hasil pengembangan ini terdiri atas tiga aspek yaitu pengarahan atau directing, pelaksanaan atau actuating, dan pengawasan atau supervising, (3) model MONAMEN SANTRI dinilai layak secara teoritik dan empirik oleh para ahli, praktisi, dan pengguna.