Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Metode Pembelajaran Nurul Bayan Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Di Halaqat Lil Mubtadi’at Sawiyah; Marlin, Diana
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode pembelajaran Nurul Bayan dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada peserta didik di halaqat lil mubtadi’at (kelompok pemula). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an pada peserta didik pemula, yang ditandai dengan kurangnya kelancaran, kesalahan dalam pelafalan huruf hijaiyah, serta rendahnya pemahaman terhadap kaidah tajwid. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang sistematis dan kurang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik tingkat pemula di halaqat lil mubtadi’at. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Nurul Bayan dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik secara signifikan. Peningkatan tersebut terlihat pada aspek kelancaran membaca, ketepatan pelafalan makharijul huruf, pemahaman dasar tajwid, serta meningkatnya kepercayaan diri peserta didik. Metode ini efektif karena disusun secara sistematis, bertahap, dan menggunakan latihan berulang (drill) yang membantu peserta didik memahami materi dengan lebih mudah. Dengan demikian, metode pembelajaran Nurul Bayan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, khususnya bagi peserta didik tingkat pemula dalam sistem halaqat.
Proses Pembentukan Karakter Religius Santri Melalui Pendidikan Akhlak Di Ma'had Darul Qur'an Muhammadiyah Sinabang Susilawati, Sari; Marlin, Diana
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses pembentukan karakter religius siswa melalui pendidikan akhlak di Ma'had Darul Qur'an Muhammadiyah Sinabang, Kabupaten Simeulue. Karakter religius menjadi fokus utama di tengah tantangan dekadensi moral remaja saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan pimpinan ma’had, ustadz, dan santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan karakter religius dilakukan melalui tiga pilar utama: (1) Pembentukan karakter Qur’ani melalui implentasi kurikulum berbasis Al-Qur’an; (2) Metode pembiasaan (Ta’widiyah) melalui aktivitas ibadah rutin di asrama selama 24 jam; dan (3) Metode keteladanan (uswah hasanah) dari para pendidik sebagai figur sentral. Faktor pendukung keberhasilan karakter religius di Ma'had ini adalah lingkungan sosial yang terkendali (peer pressure positif) dan penegakan disiplin yang edukatif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara pemahaman teologis dan praktik harian yang konsisten di lingkungan asrama terbukti efektif dalam membentuk integritas moral dan spiritual siswa sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah
Konsep Pendidikan Akhlak Dalam Islam Sadiyah, Salis Harisatu; Marlin, Diana
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5503

Abstract

Akhlak atau moral merupakan aspek penting dalam islam. Bahkan Rosulullah shalallahu alaihi wasallam pernah bersabda terkait tujuan diutusnya beliau atas ummat ini, إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاق Terjemahan: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” [H.R Bukhari] Hadis di atas menunjukkan betapa agungnya kedudukan akhlak dalam islam, serta menunjukkan urgensinya dalam agama ini. Disisi lain, akhlak juga menjadi bagian penting dalam pendidikan, sebab ilmu tanpa akhlak diibaratkan seperti jasad tanpa ruh. Sehingga hanya pendidikan yang menanamkan akhlak sajalah yang dapat melahirkan manusia secara utuh (Al-Ghazali, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana konsep pendidikan akhlak dalam islam, dengan menjadikan Al Quran dan hadis sebagai rujukan utama, juga pandangan ulama ulama klasik sebagai penguat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka atau library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak merupakan bagian dari inti pendidikan islam, sebab ia bertujuan untuk membentuk insan yang kamil, melalui integrasi ilmu, iman dan amal (Al Ghazali, 2016 ; Ibn Taimiyyah, 2005). Metode pendidikan akhlak dalam islam meliputi keteladanan, pembiasaan, nasihat dan pengawasan yang hingga kini tetap relevan sebagai bekal dalam menghadapi tantangan moral di era perkembangan zaman
PENERAPAN SHALAT DHUHA DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWI KELAS VII DI SMP ISLAM SAHABAT ILMU KARAWANG Nursalamah, Siti; Marlin, Diana
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10267

Abstract

ABSTRACT The development of disciplined character is a key priority in education; however, its implementation in schools still faces challenges, particularly in fostering consistent student behavior. Although numerous studies have examined the role of religious activities in character building, research that explores the contextual implementation process within school settings remains limited. This study aims to analyze the implementation of dhuha prayer in shaping the disciplined character of seventh-grade female students at SMP Islam Sahabat Ilmu Karawang. The study employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using an interactive model with triangulation to ensure data validity. The findings indicate that the routine implementation of dhuha prayer before classroom instruction contributes to the development of disciplined behavior, particularly in terms of punctuality, adherence to rules, and responsibility, with participation rates reaching 90–95%. However, several challenges were identified, including limited facilities and varying levels of student readiness. This study confirms that the habituation of dhuha prayer is an effective mechanism for fostering discipline through the integration of consistently practiced religious activities. The findings suggest that character formation is influenced not only by formal regulations but also by sustained habituation processes within the school environment. ABSTRAK Pembentukan karakter disiplin menjadi salah satu prioritas dalam pendidikan, namun praktik di sekolah masih menghadapi kendala, terutama dalam membangun konsistensi perilaku peserta didik. Meskipun berbagai studi telah mengkaji peran kegiatan keagamaan dalam penguatan karakter, penelitian yang menelaah proses implementasinya secara kontekstual di lingkungan sekolah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan shalat dhuha dalam membentuk karakter disiplin siswi kelas VII di SMP Islam Sahabat Ilmu Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif dengan memastikan keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan shalat dhuha secara rutin sebelum pembelajaran berkontribusi terhadap pembentukan perilaku disiplin, terutama dalam aspek ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab, dengan tingkat partisipasi mencapai 90–95%. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala seperti keterbatasan fasilitas dan kesiapan sebagian siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa pembiasaan shalat dhuha efektif sebagai mekanisme pembentukan disiplin melalui integrasi praktik religius yang dilakukan secara konsisten. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter tidak hanya dipengaruhi oleh aturan formal, tetapi juga oleh proses pembiasaan yang berkelanjutan dalam lingkungan sekolah.