Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Keiyoushi dan Keiyoudoushi Dialek Kansai dalam Anime Lovely★Complex Episode 1–4 Fadilah, Raehan Rahmat; Zuliastutik, Hendri; Ainie, Isnin
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL (on Progress)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v8i1.132596

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan kata sifat dalam dialek Kansai (Kansai-ben) yang muncul pada anime Lovely★Complex episode 1–4. Fokus penelitian terletak pada analisis padanan dan fungsi kata sifat dalam dua kategori utama, yaitu keiyoushi (adjektiva -i) dan keiyoudoushi (adjektiva -na), serta perbandingannya dengan padanan dalam bahasa Jepang standar (hyoujungo). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik rekam, simak, dan catat terhadap dialog dalam anime, kemudian dianalisis menggunakan metode padan intralingual untuk mengidentifikasi perbedaan bentuk dan fungsi linguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua belas kata sifat dialek Kansai yang ditemukan, yaitu ee, omoroi, erai, kowanai, kishoi, chikkoi, egui, akan, aho, honma, boke, dan ikezu. Setiap bentuk memiliki padanan dalam bahasa Jepang standar, seperti ii, omoshiroi, sugoi, kowakunai, kimoi, chiisai, hidoi, dame, baka, hontou, baka, dan ijiwaru. Secara fungsional, penggunaan kata sifat dalam dialek Kansai tidak hanya berfungsi menyatakan sifat atau keadaan, tetapi juga mengandung muatan pragmatis sebagai penanda keakraban, pengekspresi emosi, ejekan, sarkasme, serta penegasan makna. Temuan ini menunjukkan bahwa dialek Kansai menampilkan karakteristik tutur yang lebih ekspresif, langsung, dan emosional dibandingkan bahasa Jepang standar. Dengan demikian, variasi dialek tidak hanya mencerminkan perbedaan linguistik, tetapi juga berperan sebagai representasi identitas budaya masyarakat Kansai dan memperkaya ekspresi bahasa dalam media populer Jepang seperti anime.