Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Alih Kode pada Pembelajar Bahasa Jepang di Tempat Kursus Chunye Language Class Surabaya Kartikasari, Juanita; Ainie, Isnin; Andarwati, Titien Wahyu
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL (on Progress)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v8i1.133001

Abstract

Fenomena alih kode atau dapat disebut juga dengan peralihan bahasa adalah salah satu aspek yang cukup menarik untuk dikaji dalam sosiolinguistik, terutama dalam kalangan bilingual Indonesia-Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi terjadinya alih kode di kalangan pembelajar bahasa Jepang di Chunye Language Class di Surabaya. Penelitian ini menggunakan kombinasi antara metode kuantitatif dan kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Total responden dalam pengisian kuesioner ini sebanyak 15 orang pembelajar bahasa Jepang. Semua responden berada dalam lingkungan bilingual dan multilingual. Dari hasil penelitian, alih kode seringkali terjadi pada situasi kasual atau informal. Sebaliknya, penggunaan bahasa Jepang terbatas dalam lingkungan kerja dan keluarga dikarenakan latar belakang responden. Beberapa motivasi utama responden dalam melakukan alih kode adalah (1) untuk menciptakan suasana yang akrab (membangkitkan rasa humor), (2) untuk pengekspresian ide dan maksud yang lebih spesifik (topik tertentu), dan (3) karena kebiasaan dalam bersosialisasi (pendengar atau lawan tutur). Minat pribadi terhadap budaya Jepang memiliki peranan yang penting dalam pembentukan kebiasaaan berbahasa. Fenomena alih kode juga menggambarkan identitas sosial dan budaya responden. Namun, ada juga responden yang beranggapan bahwa penggunaan bahasa Jepang tidak lebih hanya bersifat fungsional (pembicara atau penutur). Implikasi penelitian ini adalah dengan memahami alih kode dalam konteks pengajaran bahasa Jepang, kita dapat mendukung pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan para pembelajar.