Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Edukasi Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Mengenai Hiperurisemia pada Mahasiswa Etnis Papua Kurniasari, Maria Dyah; Sinaga, Armeta Rolinda Br; Hay, Aurelia Weo; Fatmawati, Dian; Kurniawati, Elisabeth Herlina Wahyu; Tadjo, Enggelina Adefario Raga; Pabunta, Mesya Angelica Ratih; Ratu, Riklan K. K.; Amelia, Seiren
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i2.609

Abstract

Hiperurisemia merupakan kondisi meningkatnya kadar asam urat dalam darah yang berpotensi berkembang menjadi gout serta menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan apabila tidak ditangani dengan tepat. Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin yang merupakan salah satu komponen asam nukleat dalam inti sel tubuh. Kadar asam urat yang melebihi batas normal dapat memicu proses inflamasi pada sendi dan gangguan kesehatan lainnya, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi atau promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap preventif mengenai hiperurisemia pada mahasiswa etnis Papua. Edukasi kesehatan dilakukan secara tatap muka (face to face) dengan materi meliputi pengertian hiperurisemia dan asam urat, tanda dan gejala, faktor risiko, komplikasi, serta upaya pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat, menggunakan media PowerPoint dan leaflet. Kegiatan dilaksanakan dalam dua gelombang dengan total 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test sebesar 42,3 meningkat menjadi 95,3 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 53 poin. Perbedaan ini menunjukan perbedaan yang signifikan (p-value 0.001). Sebagian besar responden mengalami peningkatan pengetahuan dan menunjukkan sikap yang lebih preventif setelah diberikan edukasi kesehatan. Dengan demikian, edukasi kesehatan yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap preventif mahasiswa mengenai hiperurisemia serta mendorong upaya pencegahan sejak dini.