Perkembangan jaringan komunikasi generasi kelima (5G) menuntut infrastruktur transmisi yang mampu memenuhi persyaratan Quality of Service (QoS) yang semakin kompleks, mencakup parameter latensi , throughput , packet loss , dan keandalan . Teknologi fiber optik telah diidentifikasi sebagai komponen infrastruktur yang fundamental dalam mendukung kinerja jaringan 5G, namun kajian yang secara komprehensif mengintegrasikan peran fiber optik terhadap seluruh parameter QoS dalam satu kerangka analisis yang terpadu masih sangat terbatas dalam literatur yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran teknologi fiber optik dalam meningkatkan QoS pada jaringan 5G melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses seleksi literatur dilakukan menggunakan panduan PRISMA 2020 terhadap artikel-artikel yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2026 dari basis data IEEE Xplore, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar, menghasilkan 13 artikel terpilih dari 128 artikel yang diidentifikasi pada awal. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa fiber optik berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan seluruh parameter QoS utama, yakni penurunan latency pada segmen backhaul dan fronthaul , peningkatan throughput akibat kapasitas bandwidth yang besar, penurunan packet loss karena stabilitas transmisi yang tinggi, serta peningkatan keandalan jaringan. Selain itu, integrasi antara fiber optik dan teknologi akses nirkabel dalam arsitektur Fixed Wireless Access (FWA) dan Cloud Radio Access Network (C-RAN) terbukti menghasilkan sinergi positif dalam meningkatkan efisiensi dan transmisi jaringan secara menyeluruh. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka analisis integratif yang menghubungkan fiber optik dengan seluruh dimensi jaringan QoS 5G secara holistik, serta memberikan dampak praktis bagi operator telekomunikasi dan pemangku kepentingan dalam perencanaan infrastruktur jaringan nasional.