Muftahul Falah, Ayu Amelia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kelimpahan Filum Annelida Pada Empat Ekosistem di Pulau Tidung Kecil Bagian Utara Muftahul Falah, Ayu Amelia; Rabbani, Muhammad Faiz; Hapsari, Aulia Tamiimah; Reynara, William; Isfaeni, Hanum; Komala, Ratna; Ramadani, Rosi Fitri
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i1.1299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan filum Annelida pada empat ekosistem di perairan Pulau Tidung Kecil bagian utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Penelitian dilakukan pada tanggal 24–26 Oktober 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada empat ekosistem, yaitu pesisir pantai, area bakau, perairan mangrove, dan area abiotik berupa tumpukan sampah organik. Identifikasi spesimen dilakukan secara morfologis di lapangan tanpa pengawetan dengan mengacu pada referensi taksonomi dan basis data World Register of Marine Species (WoRMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan dua spesies Annelida dari kelas Polychaeta, yaitu Capitella capitata dan Glycera sp., dengan total 32 individu. Capitella capitata memiliki kelimpahan relatif tertinggi sebesar 81.25% dan mendominasi area bakau serta tumpukan sampah organik, sedangkan Glycera sp. memiliki kelimpahan relatif sebesar 18.75% dan hanya ditemukan pada perairan mangrove. Dominasi C. capitata menunjukkan kondisi lingkungan dengan kandungan bahan organik tinggi dan kadar oksigen rendah, yang mengindikasikan adanya tekanan ekologis pada ekosistem pesisir. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa struktur komunitas Annelida di Pulau Tidung Kecil bagian utara dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik habitat dan faktor lingkungan fisik-kimia, sehingga filum Annelida berpotensi digunakan sebagai indikator awal kualitas lingkungan perairan pesisir