Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan media air dry clay terhadap peningkatan kreativitas siswa kelas II pada materi eksplorasi bentuk tiga dimensi (3D) di SD Negeri 030308 Tigalingga. Latar belakang masalah berasal dari rendahnya kreativitas siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh data PISA yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki hasil yang memprihatinkan terkait kreativitas siswa. Fenomena terkini menunjukkan bahwa banyak siswa di Indonesia, terutama di tingkat dasar masih terjebak dalam pola pembelajaran konvensional. Masalah lain yang dihadapi adalah kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik. Hal ini mengakibatkan siswa kesulitan mengekspresikan ide dan imajinasi, dengan data observasi awal menunjukkan hanya 53,57% siswa yang tuntas dalam pembuatan karya seni, dan hasil karya cenderung monoton serta kurang inovatif. Tujuan penelitian adalah mengetahui apakah media air dry clay, yang mudah dibentuk tanpa pemanasan dan ramah untuk anak, dapat merangsang kreativitas melalui indikator seperti kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 28 siswa sebagai sampel. Data dikumpul melalui observasi, wawancara, pretest dan posttest selama empat pertemuan, kemudian dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji t berpasangan. Uji t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), sehingga hipotesis alternatif (H1) diterima, yaitu terdapat pengaruh positif penggunaan media air dry clay terhadap kreativitas siswa. Kesimpulan ini menegaskan bahwa media ini efektif menciptakan pembelajaran interaktif, serta memberikan manfaat bagi guru dalam mengembangkan kurikulum yang lebih inovatif.