Nasywa, Rihadatul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN PEMAHAMAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTU MEDIA PETA BUTA PADA SISWA KELAS 6 Nabila, Tsania Qisma; Gesela, Genny Gita; Rahmawati, Nadira; Nasywa, Rihadatul; Sunarya, Rita Alfiana; Nugraha, Rana Gustian
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI pada materi enam benua di dunia melalui penerapan model discovery learning berbantu media peta buta. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SD Negeri Kawungluwuk dengan subjek penelitian sebanyak 14 siswa dan dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap Rencana Pelaksanaan/Modul Pembelajaran (RPM) dan praktik mengajar guru, serta tes evaluasi hasil belajar siswa, dengan analisis data menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa, ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar dari 93% pada Siklus I menjadi 100% pada Siklus II dengan rata-rata nilai meningkat dari 90,0 menjadi 97,1, serta peningkatan kualitas RPM dari 88% menjadi 96% dan praktik mengajar guru dari 86% menjadi 96%. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan model discovery learning berbantu media peta buta efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada materi enam benua di dunia di sekolah dasar.
Analisis Perencanaan Pembelajaran Menggunakan RPM dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Nasywa, Rihadatul; Manalu, Dani Anggara Mulutua; Agustin, Lisna
ALSYS Vol 6 No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v6i1.8453

Abstract

Although lesson planning within the Kurikulum Merdeka has been widely examined, studies that specifically address the quality and implementation of Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) at the elementary school level remain limited. This study aimed to analyze the quality of RPM prepared by a Grade IV mathematics teacher by examining its strengths and weaknesses in both design and classroom implementation. A qualitative approach with a single-case study design was employed, involving one Grade IV teacher selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, document analysis of the RPM and teaching modules, and classroom observations using photos and videos, and were then analyzed using thematic analysis. The findings show that the RPM was systematically developed by integrating a Problem-Based Learning model, the use of concrete and digital media, and a TPACK approach to support deep learning. However, gaps remain between planning and practice, particularly in the implementation of differentiated instruction due to heterogeneous student abilities, limited time, and demands to complete the prescribed content. These findings contribute to the development of constructivist theory and principles of deep learning in the context of the Kurikulum Merdeka, and broaden understanding of lesson planning practices in elementary schools. The study concludes that strengthening teachers’ pedagogical competence and institutional support is essential for optimizing RPM implementation, and recommends continuous professional development programs, particularly in differentiated instruction and the management of classroom dynamics, while also opening opportunities for further research on the direct impact of RPM implementation on student learning outcomes in more diverse school contexts.