Menyimak berita seringkali menjadi tantangan bagi para siswa. Siswa yang tidak memiliki motivasi belajar, minimnya bahan bacaan, serta kurangnya fasilitas pembelajaran akan mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan metode scramble dan metode mind mapping, serta mendeskripsikan perbedaan keduanya dalam meningkatkan keterampilan menyimak berita pada siswa kelas VIII. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, serta desain penelitian berupa pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sample menggunakan simple random sampling, kelas VIII E sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII F sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan dari hasil pretest dan posttest keterampilan menyimak menggunakan instrumen penilaian yang mencakup unsur-unsur berita, pokok-pokok berita, dan kesimpulan isi berita, kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 31. Uji hipotesis dilakukan dengan paired sample test (t-test) yang menunjukkan nilai Sig. (Two-Sided P) antara metode scramble dan metode mind mapping sebesar 0.001 < 0.005, artinya Ha diterima dan H0 ditolak. Hasil menunjukkan efektivitas penggunaan metode scramble dengan nilai rata-rata prestest sebesar 53.07 dan posttest sebesar 76.87. Sedangkan, efektivitas metode mind mapping menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 51.97 dan posttest sebesar 70.00. Perbedaan nilai posttest menunjukkan bahwa metode scramble lebih unggul dengan selisis 6.87 poin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode scramble lebih efektif terhadap keterampilan menyimak berita siswa kelas VIII SMPN 4 Tigaraksa.