Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di era globalisasi. Globalisasi telah memberikan pengaruh signifikan terhadap sistem pendidikan, sehingga peserta didik dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kesadaran sosial, serta kompetensi global. Namun, pembelajaran IPS saat ini masih cenderung berfokus pada hafalan dan kurang bermakna secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan dalam pembelajaran IPS, mengkaji integrasi nilai-nilai SDGs, serta mengidentifikasi upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai fasilitator, motivator, dan agen perubahan dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Namun, terdapat berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber belajar, rendahnya kompetensi teknologi guru, ketimpangan akses teknologi, lemahnya integrasi isu global, serta rendahnya minat belajar peserta didik. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek, integrasi teknologi digital, pendekatan kontekstual, pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran kooperatif, pembelajaran aktif, serta evaluasi formatif berkelanjutan. Penguatan pendidikan IPS melalui strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kepedulian sosial, dan kesadaran global peserta didik dalam mendukung pencapaian SDGs.