Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui hasil belajar Fisika Dasar mahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran Berbasis Masalah lebih tinggi dari pada hasil belajar Fisika Dasar mahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran Inkuiri; (2) untuk mengetahui hasil belajar Fisika Dasar mahasiswa yang memiliki gaya berpikir abstrak lebih tinggi daripada hasil belajar Fisika Dasar mahasiswa yang memiliki gaya berpikir Abstrak; dan (3) untuk mengetahui interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya berpikir Abstrak terhadap hasil belajar Fisika Dasar mahasiswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan tahun akademik 2015/2016 yang terdiri dari empat kelas dengan jumlah keseluruhan populasi 145 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling berjumlah 78 masiswa yang terdiri dari 38 mahasiswa kelas A dibelajarkan dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah dan 40 mahasiswa kelas C yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran Inkuiri. Instrumen penelitian ini untuk mengukur hasil belajar digunakan tes berbentuk pilihan ganda dengan lima pilihan jawaban dengan jumlah soal sebanyak 38 soal dengan koefisien reliabilitas 0,968. Uji normalitas menggunakan uji Lilliefors sedangkan uji homogenitas dengan uji Fisher dan uji Bartlett. Teknik analisis data adalah Anava dua jalur pada taraf signifikansi α = 0.05 yang dilanjutkan dengan uji Scheffe. Hasil penelitian adalah: (1) rata-rata hasil belajar Fisika Dasar mahasiswa yang diajarkan dengan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah = 28,5 lebih tinggi dari pada rata-rata hasil belajar Fisika Dasar mahasiswa yang diajarkan dengan Strategi Pembelajaran Inkuiri = 27,27, dengan Fhitung = 13,05 > Ftabel = 3.96; (2) rata-rata hasil belajar siswa dengan Berpikir Abstrak tinggi = 30,3 lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa Berpikir Abstrak rendah = 25,9 dengan Fhitung = 4,24 > Ftabel = 3,98 (3) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan kemampuan berpikir Abstrak terhadap hasil belajar Fisika Dasar jurusan Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan dengan Fhitung = 10,1> Ftabel = 3,9. Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa strategi pembelajaran yang tepat digunakan pada mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir Abstrak tinggi adalah strategi pembelajaran Berbasis Masalah sedangkan mahasiswa dengan berpikir Abstrak rendah, strategi yang tepat digunakan adalah strategi pembelajaran Inkuiri. Implikasi dari penelitian ini secara khusus ditujukan kepada Dosen Fisika Dasar yaitu dalam penerapan strategi pembelajaran memperhatikan karakteristik mahasiswa khususnya karakteristik cara berpikir Abstrak
Copyrights © 2018