Permasalahan gizi dimasukan kedalam Millennium Development Goals (MDGs) dengan tujuan mengatasi masalah kekurangan gizi, meningkatkan kesehatan anak dan menekan angka kematian anak dimana salah satu faktornya disebabkan oleh gizi buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor tidak langsung yang berhubungan dengan kejadian gizi kurang dan buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kutabumi Kabupaten Tangerang. Metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Kutabumi Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian ini sebanyak 198 balita yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan cara membagikan kuesioner yang telah valid dan reliabel. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square untuk data kategori dan korelasi pearson untuk data numerik. Hasil penelitian ada hubungan antara pendidikan ibu (p value = 0,042), jumlah anak (p value = 0,002), pengetahuan (p value = 0,000), pendapatan keluarga (p value = 0,000) dan pola asuh (p value = 0,000) dengan kejadian gizi kurang dan buruk pada balita. Tidak ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian gizi kurang dan buruk pada balita (P value = 0,056). Kesimpulan ada hubungan antara pendidikan ibu, jumlah anak, pengetahuan, pendapatan keluarga dan pola asuh dengan kejadian gizi kurang dan buruk pada balita. Disarankan Puskesmas dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan dalam menyusun strategi penanganan gizi kurang dan buruk.
Copyrights © 2018