Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan peningkatan hasil belajar siswa pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit kelas X MIPA SMAN 1 Samaturu. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental (eksperimen semu) yang menerapkan model pembelajaran pencapaian konsep dengan desain eksperimen Non equivalen Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA1 Sebanyak 29 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X MIPA2 sebanyak 29 orang sebagai kelas control dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda berjumlah 25 butir soal dan lembar observasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebelum dan setelah penerapan pembelajaran pencapaian konsep berturut-turut 63,4 dan 79,5. Rata -rata hasil belajar siswa kelas kontrol sebelum dan setelah penerapan pembelajaran langsung berturut-turut 56,7 dan 64,2. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest siswa kelas eksperimen dengan nilai rata-rata pretest siswa kelas kontrol sebelum dilakukan pembelajaran berdasarkan nilai thitung (1,278)  < ttabel (2,003). Nilai rata-rata posttest siswa eksperimen lebih baik secara signifikan dari pada nilai rata-rata posttest siswa kelas kontrol berdasarkan nilai thitung (3,340)> ttabel (2,003). Nilai rata-rata N-gain  siswa kelas eksperimen lebih baik secara signifikan dari pada nilai rata-rata N-gain siswa kelas kontrol berdasarkan nilai thitung (4,850)> ttabel (2,003). Model pembelajaran pencapaian konsep efektif digunakan pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit.Kata Kunci : Pencapaian Konsep, Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Hasil Belajar.Â
Copyrights © 2019