Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh metalurgi permukaan termesin akibat bubut pemesinan kering melihat perubahan struktur sub permukaan termesin dan kekerasan mikro yang diperoleh dengan konsep pemesinan kering guna memberikan pertimbangan pemesinan kering dapat digunakan pada pemesinan baja AISI 4337. Perubahan struktur sub permukaan melalui pengetsaan menggunakan mikroskop optikal. Pengujian kekerasan permukaan termesin dilakukan dengan metode kekerasan Vickers. Pengolahan dan analisa data dapat dilakukan dengan metode statistik. Pada pengujian kekerasan diperoleh nilai kekerasan Vickers rata-rata (HVavg) dengan pemesinan kering untuk kondisi pemotongan optimum yaitu HPH1,0.1= 260,0899,HPH8,0.3 = 268,0662 HPH8,0.6 = 282,5247 dan kemudian nilai HVavg pada pemesinan basah didapati HPB1,0.1= 257,9939, HPB8,0.3 = 259,1587 dan HPB8,0.6= 260,470. Dengan demikian pemesinan kering memberikan kekerasan termesin yang lebih baik melalui nilai HV dan perbedaan yang signifikan tak diperoleh apabila dianalisa secara statistik berbanding dengan pemesinan basah, sehingga pemesinan kering merupakan suatu peluang baik digunakan dalam industri manufaktur.
Copyrights © 2017