Jurnal Sain Veteriner
Vol 35, No 2 (2017): Desember

Studi Distribusi Glukosa Transporter 4 pada Otot Skelet Ayam Kedu Cemani dengan Metode Imunohistokimia Avidin-Biotin-Peroxidase Complex

Teguh Budipitojo (Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarata)
Ariana Ariana (Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarata)
Tri Wahyu Pangestiningsih (Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarata)
Hery Wijayanto (Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarata)
Dwi Liliek Kusindarta (Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarata)
Dewi Kania Musana (Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarata)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2017

Abstract

Glucose Transporter 4 (GLUT 4) merupakan protein transporter glukosa yang diatur oleh insulin, ditemukan terutama di jaringan adiposa dan otot lurik (baik otot skelet maupun otot jantung). Ayam kedu cemani merupakan ayam endemik Indonesia yang terdapat di wilayah Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Penelitian ini diperlukan untuk melengkapi dokumentasi data anatomi mikroskopik kekayaan hayati asli Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengklarifikasi distribusi GLUT 4 dalam serabut otot skelet ayam kedu dengan metode imunohistokimia avidin-biotin-peroxidase complex (ABC). Penelitian dilakukan dengan menggunakan jaringan otot yang meliputi otot pectorales mayor, biceps brachii, dan biceps femoris dari 5 ekor ayam kedu cemani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa immunoreaktivitas GLUT 4 terutama terdeteksi di sarkolema dan komponen miofibril pada otot pectorales mayor, biceps brachii, maupun biceps femoris. Intensitas imunorekatifitasnya meningkat dari intensitas lemah pada otot pectorales mayor, menjadi intensitas sedang pada otot biceps brachii, dan kemudian intensitas kuat pada otot biceps femoris. Hasil penelitian memunculkan dorongan untuk menggali lebih lanjut ciri-ciri khusus ayam kedu cemani lainnya, untuk mendokumentasi data anatomis kekayaan hayati asli Indonesia.

Copyrights © 2017