Pada perkembangan dewasa ini banyak sekali perkembangan pembangunan kawasan pemukiman terutama di kota – kota besar, termasuk diantaranya adalah kota Semarang. Semarang sebagai ibu kota propinsi Jawa Tengah dengan segala aktivitas warganya, maka kebutuhan akan pemukiman akan semakin meningkat. Pemukiman dengan segala utilitasnya, termasuk penyediaan tenaga listrik menjadi kebutuhan yang sangat vital, karena hampir semua kegiatan kehidupan ini semuanya sangat tergantung kepada ketersediaan tenaga listrik. Selama ini penyediaan tenaga listrik hanya disediakan oleh PLN sebagai satu-satunya perusahaan BUMN yang melayani akan kebutuhan tenaga listrik. Sebagai satu-satunya sumber tenaga listrik maka semua pelanggan akan tergantung kepada sistem yang ada di PLN, termasuk bila di dalamnya bila terdapat pemadaman baik dengan pemberitahuan maupun tanpa pemberitahuan , atau jenis gangguan lainnya yang menyebabkan sistem penyaluran tenaga listrik menjadi terganggu, maka sehubungan dengan hal ini, maka muncul pemikiran untuk mengurangi tingkat ketergatungan kepada PLN , yaitu dengan membuat sistem penyaluran sistem tenaga listrik sendiri , khususnya untuk kawasan pemukiman yang di kelola oleh real estate. Perencanaan daya listrik pada kebanyakan model masih menggunakan cara terestrial, namun pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan sistem perencanaan dengan menggunakan metode foto udara. Foto udara mempunyai kelebihan dibandingkan dengan cara terrestrial, karena dapat mempunyai daerah cakupan yang sangat luas dan dapat menampilkan kenampakan lahan sesuai dengan keadaan aslinya, bahkan foto udara dapat juga digunakan sebagai alat bantu untuk survey pendahuluan bagi pembangunan kawasan pemukiman. Dengan menentukan parameter-parameter dari perencanaan daya listrik, kemudian dilakukan interpretasi foto udara, dari tiap-tiap parameter yang dimaksud, baru setelah itu dilakukan over lay antar parameter tersebut dan hasilnya adalah berupa peta tematik tentang perencanaan daya listrik. Tingkat ketelitian dari interpretasi foto udara ini dapat dilakukan dengan membandingkan antara hasil interpretasi dengan peninjauan lapangan. Untuk hasil yang akurat biasanya tingkat ketelitian dapat mencapai lebih dari 80 %. Kata kunci : daya listrik, foto udara, pemukiman.
Copyrights © 2013