Kebutuhan nutrien bagi ibu hamil berperan penting dalam proses pembentukan janin selama proses kehamilannya sehingga diperlukan asupan gizi yang cukup, terutama protein. Tempe telah dikenal sebagai pangan fungsional dengan bahan baku kedelai kuning melalui proses fermentasi jamur Rhizopus sp. Konsep fortifikasi pangan dipakai untuk karakterisasi makanan peningkatan kesehatan sebagai biosuplemen pangan fungsional. Oleh karena itu perlu dilakukan berbagai upaya untuk substitusi biji kedelai kuning menggunakan bahan baku lain yang aman, bergizi dan ekonomis . Tempe bekatul kitosan sebagai salah satu cara fortifikasi pangan fermentasi tempe yang berbasis protein nabati dan diharapkan dapat digunakan sebagai biosuplemen prebiotik sehat alami khususnya bagi ibu hamil yang membutuhkan nutrisi cukup dan seimbang selama kehamilan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan bekatul : kedelai (2:1) dan Chito-oligosakarida 2% b/b memberikan hasil organoleptis yang optimum dalam fermentasi tempe. Pemanfaatan bekatul dan kitosan dalam fermentasi tempe sebagai biosuplemen prebiotik alami yang bersifat multifungsi sehingga dapat digunakan sebagai pangan fungsional khususnya peningkatan gizi bagi ibu hamil. Kata kunci : bekatul, biosuplemen, kitosan, tempe.
Copyrights © 2013