Anemia merupakan salah satu masalah gizi paling umum pada negara berkembang, termasukIndonesia. Diantara berbagai solusi perbaikan gizi, fortifikasi makanan merupakan salah satuupaya yang dapat dilakukan. Tempe yang berbahan dasar kedele memungkinkan sebagai alternatifmakanan untuk difortifikasi dengan besi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis zat gizi padatempe fortifikasi zat besi, mentah dan masak. Penelitian yang dilakukan adalah pembuatan tempefortifikasi zat besi, dimana terdapat 5 kelompok perlakuan dengan 3 ulangan. Rancanganpenelitian yang digunakan adalah percobaan satu faktor dengan dasar Rancangan Acak Lengkap(RAL). Analisis statistik yang digunakan adalah uji t indipendent dan uji Mann Whitney sertaAnova dan uji Kruskal Wallis. Analisis zat gizi dilakukan pada tempe mentah dan masak(dibacem). Hasil analisis menunjukkan terdapat penurunan yang bermakna zat gizi (protein,lemak, dan zat besi) pada tempe fortifikasi yang telah dimasak. Namun pada kadar abu dankarbohidrat mengalami kenaikan yang bermakna setelah dilakukan pemasakan (dibacem). Tempeyang difortifikasi zat besi, makin tinggi kadar zat besi yang ditambahkan pada fortifikan makakadar zat besi tempe makin meningkat (pada tempe fortifikasi mentah) dan ada perbedaan yangbermakna. Pada tempe fortifikasi masak juga ada pengaruh perlakuan terhadap kadar zat besi,namun antar perlakuan kadar zat besinya bervariasi. Pengaruh pemasakan dengan dibacemmenurunkan kadar zat besi secara bermakna (p=0,00), dimana rata-rata kadar zat besi tempefortifikasi mentah 3,36 mg menjadi 2,67 mg
Copyrights © 2012