Khusus untuk bayi dan anak telah dikembangkan standar emas makanan bayi menurut World Health Organitation (WHO). Pertama adalah Inisiasi Menyusu Dini, kedua yaitu memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan, ketiga adalah pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang berkulitas berasal dari makanan keluarga. Pemberian MPASI dilaksanakan tepat waktu mulai bayi berusia 6 bulan. Dan keempat ASI terus diberikan sampai anak berusia 2 tahun. Menurut data Riskesdastahun 2013 Pemberian ASI ekslusif sampai dengan umur di bawah 6 bulan baru mencapai 42% dari target minimal WHO yaitu sebesar 50% ibu menyusui bayinya secara ekslusif. Cakupan ASI ekslusif dapat ditingkatkan jika ibu nifas terutama yang bekerja bisa menerapkan Manajemen Air Susu Ibu Perah(ASIP).Menganalisis Pengaruh Pelatihan Tentang Manajemen ASIP Terhadap Pengetahuan Dan Ketrampilan Ibu Nifas di Desa Kembaran Wetan Wilayah Puskesmas Kalikajar Kabupaten Purbalingga. Quasi-eksperiment. Teknik sampling yang digunakan Purposive sampling. Instrument untuk menilaipengetahuan dan ketrampilan ibu nifas menggunakan quisioner dan ceklist. Uji statistik dengan uji hipotesis dan tingkat kemaknaan 95% (alpha 0,05), karena data tidak berditribusi normal maka menggunakan uji wilcoxon. Ada Pengaruh Pelatihan Tentang Manajemen ASIP Terhadap Pengetahuandan Ketrampilan Ibu Nifas di Desa Kembaran Wetan Wilayah Puskesmas Kalikajar Kabupaten Purbalingga dengan p = 0,001. Jumlah tertinggi adalah pretest pengetahuan Tentang Manajemen ASIP kurang menjadi baik dengan 12 responden (40%). Pretest Ketrampilan Tentang Manajemen ASIP kurangmenjadi baik dengan 17 responden (56,7%). Ada Pengaruh Pelatihan Tentang Manajemen ASIP Terhadap Pengetahuan Dan Ketrampilan Ibu Nifas di Desa Kembaran Wetan Wilayah Puskesmas Kalikajar Kabupaten Purbalingga dengan p = 0,001.Kata Kunci: Pelatihan, Manajemen ASIP, Pengetahuan Dan Ketrampilan Ibu Nifas
Copyrights © 2016