Kepelatihan Olahraga
Vol 6, No 2 (2011)

Efek Imobilisasi Dalam Olahraga

Fransisca Januarumi, (Unknown)
Rini Ismalasari, (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Aug 2011

Abstract

Gangguan mobilisasi fisik (Imobilisasi) didefinisikan oleh North American        Nursing Diagnosis Association (NANDA) sebagai suatu keadaan ketika individu mengĀ­         alami    atau berisiko mengalami keterbatasan gerak fisik (Kim etal, 1995).             Mobilisasi mengacu pada kemampuan seseorang untuk bergerak dengan bebas, dan           imobilisasi mengacu pada ketidakmampuan seseorang untuk bergerak dengan bebas.   Mobilisasi dan imobilisasi berada pada suatu rentang dengan banyak tingkatan       imobilisasi       parsial di antaranya.                 Imobilisasi / bedrest akan terjadi perubahan fisiologis termasuk atlet yang meliputi : perubahan sistem pada                                        kardiovaskular, sistem musculoskeletal, sistem pernafasan, metabolisme kalsium, gastrointestinal, hormonal,                               trombosis vena dan gangguan kulit.                                 Bahaya imobilisasi dapat dikurangai dengan intervensi perawatan klien dengan tujuan mencegah dan                                meminimalkan bahaya imobilisasi serta mempertahankan fungsi optimal  seluruh sistem tubuh melalui                                  : diet tinggi protein, kalori dengan tambahan vitamin B dan C, meningkatkan ekspansi paru, mencegah statis                                  secret pulmonal, mempertahankan kepatenen jalan nafas, mengurangi hipotensi ortostatik, mengurangi beban                                          kerja jantung, mencegah pembentukan thrombus, latihan  rentang gerak, pencegahan dekubitus dan menjaga                                     hidrasi.

Copyrights © 2011