Abstrak
Kehadiran Hizbut Tahrir (HT) di
Perguruan Tinggi telah mengubah
konfigurasi gerakan keagamaan mahasiswa. Sebelum hadirnya HT, dan kelompok
keagamaan lainnya seperti Tarbiyah, al-Haramain, Jamaah Tabligh, dan Salafi,
afiliasi organisasi keagamaan mahasiswa terkonsentrasi di Himpunan Mahasiswa
Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Setelah hadir di Perguruan
Tinggi (PT), HMI dan PMII tidak lagi menjadi mainstream (arus utama).
Penelitian ini lebih spesifik akan mengkaji konsep, tujuan, dan metode dakwah gerakan fundamentalis Islam Hizbut
Tahrir.
Copyrights © 2008