Pelatihan
yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pelatihan plyometrik rim jumps dan
pelatihan plyometirk hexagon drill. Kedua pelatihan ini mempunyai gerakan
meloncat dan merupakan metode untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. Akan
tetapi dalam rim jumps dilakukan dengan gerakan ke atas saja sambil meraih
papan/ring basket, sedangkan hexagon drill dilakukan dengan gerakan kesamping
kiri dan kanan, maju maupun mundur dengan bentuk sisi segi enam.
Populasi
berjumlah 90 pemain, secara rendom melalui undian dikeluarkan tanpa
pengembalian sebanyak 75 sampel, kemudian dibuat tiga kelompok secara undian,
sedangkan untuk penentuan kelompok mana yang akan yang akan menjadi kelompok
eksperimen 1, kelompok eksperimen 2 dan kelompok kontrol, yang berusia antara
14 - 16 tahun.
Seluruh
proses penelitian dicatat mulai dari tes awal dan tes akhir, selanjutnya data
tersebut diolah menggunakan komputer dengan menggunakan t-test dan uji anava.
kemudian dilanjutkan dengan pengujian derajat beda menggunakan uji LSD dan
hasilnya bahwa respon pelatihan eksperimen 2 lebih besar dari kelompok eksperimen 1 yaitu sebesar 3,94
Untuk hasil analisis varian diperoleh nilai beda
rata-rata antara K 2 dengan K 1 sebesar 1,76. Yang berarti > LSD 0,05
= 0,828, maka simpulannya berbeda signifikan. Sedangkan nilai beda rata-rata antara K 1 dengan KK
sebesar 7,2. Yang berarti > LSD 0,05 = 0,78, maka simpulannya berbeda
signifikan. Dan untuk nilai beda rata-rata antara K 2 dengan KK sebesar 8,96.
Yang berarti > LSD 0,05 = 0,828, maka simpulannya berbeda signifikan.
Menurut data ke tiga kelompok penelitian tersebut di atas, menunjukkan bahwa
bentuk pelatihan hexagon drill lebih baik dari pengaruhnya daripada pelatihan
rim jumps
Copyrights © 2011