Guru wali kelas di Sekolah Dasar harus melakukan tugas-tugas mereka secara keseluruhan seperti memberikan materi pelajaran dan memberikan pedoman dan layanan konseling kepada semua siswa. Guru wali kelas sering dihadapkan dengan masalah siswa di kelas, tetapi keterampilan guru untuk memecahkan masalah mereka masih kurang memadai. Untuk memberikan pelayanan yang optimal, guru wali kelas harus memiliki kemampuan memecahkan masalah siswa. Salah satu pelatihan yang telah terbukti untuk meningkatkan keterampilan psikologis dan mampu mengoptimalkan fungsi bimbingan dan konseling adalah model pelatihan BK "proaktif". Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pelatihan BK "proaktif" dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada guru wali kelas di Sekolah Dasar dengan variabel efikasi diri sebagai pemeriksaan manipulasi. Desain yang akan digunakan adalah desain kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol tanpa pre-test dan post-test. Sebanyak 16 guru akan dimasukkan ke dalam kelompok eksperimen dan 16 pada kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang akan digunakan adalah tes keterampilan pemecahan masalah dan efikasi diri. Teknik analisis data yang digunakan adalah Anava. Hasilnyaadalah peningkatan kemampuan memecahkan masalah pada guru wali kelas, kelompok eksperimen adalah skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol.
Copyrights © 2017