Pantai Ramayadi ini telah terjadi abrasi. Mengukur besarnya abrasi yang terjadi serta penyebabnya, maka dilakukan penelitian di wilayah tersebut. Data angin dari tahun 2008 – 2018, dikonversikan menjadi data gelombang seperti tinggi, periode, cepat rambat, sudut datang gelombang dan gelombang pecah. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan data citra satelit menggunakan program ArcGIS dari data citra landsat 7 pada tahun 2008 dan landsat 8 tahun 2018. Tujuan penelitian untuk mengetahui penyebab, dampak terjadinya abrasi pantai serta memberikan cara penanggulangan. Metode yang digunakan adalah overlay garis pantai dari data citra landsat 7. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa, perubahan garis pantai yang terjadi dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2018 di pantai Ramayadi sebesar 100 meter, selama kurun waktu 10 tahun. Penyebab dari abrasi pantai adalah cepat rambat gelombang yang terjadi di sekitar pantai di kedalaman 1,5 m sebesar 3,74 m/d pada arah barat, sedangkan arah utara di kedalaman 2 meter sebesar 4,31 m/d, karena kecepatan yang diizinkan hanya sebesar 0,79 kkd (0,2408 m/d) dan pada saat gelombang pecah kecepatan arus sepanjang pantai arah barat menjadi 2,09 m/d pada arah utara sebesar 3,17 m/d. Abrasi mengakibatkan lingkungan sosial di sekitar pantai terganggu. Diupayakan dibangun bangunan pelindung jenis pemecah gelombang lepas pantai.Kata Kunci : Abrasi Pantai, Citra Satelit
Copyrights © 2019