E-Jurnal Gloria Yuris Prodi Ilmu Hukum (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura
Vol 4, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA S1 FAKULTAS HUKUM UNTAN

PENYELENGGARAAN KURSUS CALON PENGANTIN OLEH BADAN PENASEHATAN PEMBINAAN DAN PELESTARIAN PERKAWINAN KECAMATAN PONTIANAK SELATAN KOTA PONTIANAK

- A01111110, ARIEF MUH BAKHIR (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Oct 2015

Abstract

Permasalahan  keluarga  yang  terjadi  di  masyarakat menyebabkan  pemerintah,  dalam  hal  ini  Kementerian  Agama berinisiatif  melaksanakan  program  Kursus  Calon  Pengantin, program  ini  diharapkan  mampu  untuk  meningkatkan  kualitas keluarga  yang  baik. Tingginya angka perceraian, terutama pada usia  perkawinan  kurang  dari  5  tahun  dan  banyaknya  kasus kekerasan dalam rumah tangga merupakan sebab dikeluarkannya Keputusan Menteri Agama dan juga Surat Edaran Dirjen Bimas Islam  Nomor  DJ.II/PW.01/1997/2009.  Peraturan  tersebut mengamanatkan  bahwa  pengetahuan  tentang  perkawinan haruslah  diberikan  sedini  mungkin,  sejak  sebelum berlangsungnya  perkawinan,  yaitu  melalui  kursus  calon pengantin. Skripsi  ini  memuat  rumusan  masalah:  “Bagaimana Konsekuensi  Bagi  Calon  Pengantin  Yang  Tidak  Mengikuti Kursus  Calon  Pengantin  Yang  Diselenggarakan  Oleh  Badan Penasehatan  Pembinaan  Dan  Pelestarian  Perkawinan  Di Kecamatan  Pontianak  Selatan  Kota  Pontianak  ?”.  Adapun metode  penelitian  ini  menggunakan  jenis  penelitian  metode penulisan hukum empiris dengan pendekatan deskriptif analisis. Penelitian  hukum  empiris  yaitu  penelitian  yang  berasal  dari kesenjangan  antara  teori  dengan  kehidupan  nyata  yangmenggunakan  hipotesis,  landasan  teorits,kerangka  konsep,  datasekunder dan data primer. Metode deskriptif yaitu suatu prosedur untuk  memecahkan  masalah  yang  dihadapi  dengan menggambarkan  keadaan  pada  saat  sekarang,  berdasarkan  fakta yang ada sewaktu penelitian. Selanjutnya  mengenai  penyelenggaraan  kursus  calon pengantin  oleh  BP4  Kecamatan  Pontianak  Selatan  Kota Pontianak  wajib  diikuti  oleh  semua  calon  pengantin  tanpa terkecuali.  Faktor  penyebab  adanya  calon pengantin  yang  tidak mengikuti kursus calon pengantin dikarenakan faktor kehamilan, alasan tugas yang tidak bisa ditinggalkan, faktor usia yang sudah tua  /  sakit.  Akibat  hukum  yang  ditimbulkan  kepada  calon pengantin  yang  tidak  mengikuti  kursus  calon  pengantin  adalah buku  nikah  belum  dikeluarkan  sebagai  sanksi  administratif, diberikan  penasihatan  pada  saat  sebelum  /  setelah  akad  nikah.Upaya  yang  dilakukan  oleh  BP4  Kecamatan  Pontianak  Selatan Kota  Pontianak  dalam  mengantisipasi  adanya  calon  pengantin yang tidak  mengikuti kursus calon pengantin  adalah  menjadwal ulang  kursus  calon  pengantin  berdasarkan  tanggal  pendaftaran, memasukkan kursus calon pengantin kedalam tertib administrasi calon pengantin, memberikan blangko BP4 untuk diisi oleh calon pengantin sebagai pengingat jadwal kursus calon pengantin yang diselenggarakan  oleh  BP4  Kecamatan  Pontianak  Selatan  Kota Pontianak.     Kata Kunci: Kursus Calon Pengantin, BP4

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jmfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Berisi Jurnal-Jurnal Mahasiswa S1 Prodi Ilmu Hukum UNTAN (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...