Maraknya peristiwa terorisme dan kekerasanyang mengatasnamakan Islam tidakpelak menggelitik banyak orang untukmempertanyakan kembali adagium Islamsebagai agama rahmatan lil âalamin. BagaimanaIslam yang seharusnya menjadi penyemaiperdamaian bagi umat manusia di muka bumiternyata ditampilkan dengan wajah keras dangarang, bukan saja bagi non-Muslim tapi jugabagi sesama Muslim, melalui bahasa-bahasajihad, kafi r, bidâah, sesat, dan lain sebagainya.Jika banyak Muslim bertanya-tanya apagerangan yang salah dengan agama ini,lebih-lebih lagi Islam menuai citra negatif dikalangan non-Muslim, terutama mereka didunia Barat yang banyak mengenal Islamdari pemberitaan media. Banyaknya karyayang ditulis mengenai fenomena ini seolaholahberbanding lurus dengan semakinmaraknya kekerasan yang mengatasnamakanIslam. Salah satu penyebabnya barangkaliadalah karya-karya tersebut mengedepanka
Copyrights © 2012