Seiring dengan tingginya tingkat mobilisasi dan kebutuhan sarana transportasi yang cepat dan aman, tingkat permintaan pengguna transportasi udara, yakni pesawat terbang semakin meningkat. Meningkatnya jumlah penumpang pesawat tentu akan berpengaruh terhadap fasilitas-fasilitas yang ada di bandar udara terutama fasilitas sisi udara. Peramalan jumlah penumpang dimasa mendatang dilakukan dengan 3 model metode prakiraan yaitu model Trend Analysis, model Ekonometrik dan model Market Share. Dari ketiga model tersebut didapat model prakiraan terbaik yaitu model Ekonometrik. Dari hasil Prakiraan didapat jumlah penumpang pada tahun 2020 adalah 438 penumpang/hari. Dalam studi ini pesawat rencana adalah ATR-72, untuk dapat memenuhi kebutuhan 438 penumpang/hari maka diperlukan jumlah pesawat sebanyak 6 pesawat/hari untuk dapat mengangkut penumpang tersebut.Analisis fasilitas sisi udara menggunakan metode ICAO. Dari hasil analisis didapatkan bahwa panjang runway analisis adalah 1.600 m, lebih panjang dari runwayeksisting (1.400 m) dan lebih pendek dari rencana pengembangan tahap II (1.800 m) kebutuhan lebar runway adalah 30 m, lebih kecil dari lebar runwayeksisting dan rencana pembengembangan tahap II (45 m). Panjang Taxiway analisis adalah 148 m, lebih pendek dari panjang taxiwayeksisting dan rencana penembangan tahap II yaitu 150 m. Lebar taxiway analisis adalah 18 m lebih kecil dari lebar eksisting dan rencana penembangan tahap II yaitu 23 m. Analisis kebutuhan Apron yaitu seluas 142 m x 51 m lebih kecil daripada aproneksisting dan rencana pengembangan tahap II yaitu seluas 150 m x 90 m. Rencana pengembangan tahap II Rencana Induk Bandara Tebelian dapat memenuhi kebutuhan fasilitas sisi udara hasil analisis atau dengan kata lain belum diperlukan pengembangan tahap III lebih cepat pada tahun 2020. Â Kata kunci: jumlah penumpang, pesawat rencana, runway, taxiway, apron
Copyrights © 2016