Secara garis besar ada dua jenis  penatalaksanaan  terhadap hipertensi yaitu menggunakan obat-obatan dan non obat. Adapun penatalaksanaan secara non obat, salah satunya dengan terapi  herbal dengan memanfaatkan benalu teh dari famili  Loranthaceae  misalnya  (Viscum  album,  Dendrophtoe  pentandra  (L.)  Miq, Scurrula  parasitica,  Scurulla  oortiana,  dan Macrosolen javanus)  yang  berpotensi  sebagai  antihipertensi  (vasodilator). Mekanisme  kerja  dari flavonoid  benalu teh sebagai vasodilator karena peran otot polos dan endotel pembuluh darah. Pada umumnya  pengobatan hipertensi yaitu pada   organ  target  pembuluh  darah  (sistem  vaskular).  Flavonoid  benalu  teh  dalam  hal  ini  quercetin  mampu  bekerja langsung pada otot polos pembuluh arteri dengan menstimulir atau mengaktivasi Endothelium Derived Relaxing Factor(EDRF) sehingga menyebabkan vasodilatasi. Beberapa penelitian tentang pengaruh flavonoid tanaman teh pada fungsi endotel bahwa kandungan dari flavonoid yaitu polifenol dapat meningkatkan aktivitas dari Nitric Oxide Synthase (NOS) pada  sel  endotel  pembuluh  darah.  Quercetin  mempunyai  potensi  meningkatkan  produksi  Nitric Oxide  (NO)  di  sel  endotel. Zat  aktif  tersebut  mampu  mensintesa  NO  dalam  endotel  dan  berdifusi  secara  langsung  ke  otot  polos  selanjutnya merangsang guanylate cyclase untuk membentuk cGMP sehingga terjadi vasodilatasi.
Copyrights © 2012