Persaingan bisnis saat ini bukan lagi persaingan antar perusahaan akan tetapi persaingan antar jaringan rantai pasok (supply chain). Untuk mengetahui pencapaian kinerja supply chain saat ini dan sejauh mana keberhasilan manajemen supply chain yang telah dijalankan, perlu dilakukan pengukuran kinerja supply chain. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indikator kritis kinerja supply chain yang kemudian akan menjadi fokus usulan perbaikan. Pengukuran kinerja supply chain pada Lean Six Sigma Supply Chain Management dilakukan dengan menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) pada level 1 sedangkan peningkatan kinerja rantai pasok dilakukan dengan menggunakan metode Lean Six Sigma. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa indikator kritis adalah Perfect Order Fulfilment dengan besar persentase gap sebesar 14,37% dari nilai target. Waste yang paling mempengaruhi adalah backlog of work dimana penentuan waste ini berdasarkan bobot dan frekuensi kejadiannya. Tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi akar-akar penyebab terjadinya backlog of work yang mengakibatkan Perfect Order Fulfilment menjadi indikator kritis. Usulan perbaikan yang diberikan adalah memperbaharui fleet management system perusahaan, pelatihan ulang karyawan dan penguatan motivasi melalui program reward dan recognition, pemantauan terus-menerus KPI dan memberi batasan tonase yang ekonomis berdasarkan hasil simulasi. Penerapan batas tonase ekonomis ini berdasarkan usulan perbaikan 1 dengan pengurangan biaya maintenance unit setiap bulan diperoleh sebesar 37.1 ton per unit per rit dan usulan perbaikan 2 dengan pengurangan rata-rata waktu kedatangan tiap unit setiap bulan sebesar 39.97 ton.
Copyrights © 2017