Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

THE USE OF PRODUCTIVITY GAIN SHARING MODEL IN INCREASING PRODUCTIVITY OF MSMEs HERBAL PRODUCTS DURING THE COVID-19 PANDEMIC ERA TO ACHIEVE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) IN INDONESIA Dyah Lintang Trenggonowati; Kulsum Kulsum; Asep Ridwan; Sirajuddin Sirajuddin
AGROINTEK Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v15i4.11237

Abstract

During the COVID-19 pandemic, industrial product exports rose by 41%, driven by herbal products. Micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs) significantly contribute to the growth in export value. The growth is consistent with the primary objective of MSMEs, which is to promote economic, social, and environmental development. Exports rose due to improved production, which aided in the sustainability of MSMEs producing herbal goods. Increased MSME production results in increased community welfare, an objective of the Sustainable Development Goals (SDGs). However, there is a shortage of research on how to improve the productivity of MSMEs substantially. There is no reference for MSMEs to use the productivity profit-sharing model to monitor, forecast, and assess their productivity level. This research will undertake a more detailed examination of productivity benefit-sharing, examining the role and contribution of productivity to the sustainability of MSMEs in Indonesia's pursuit of the SDGs. The approach used in this research is quantitative. Increased productivity is associated with an increase in total factor productivity (TFP). TFP seeks to deliver products effectively and efficiently via the use of the output-to-input ratio. By and large, productivity gains sharing for MSME herbal goods boosted added value (NT) by 500 percent between 2019 and 2020, or fivefold between 2018 and 2019.
Optimalisasi sumber daya di UKM Batik Banten Mukarnas Center Dyah Lintang Trenggonowati; Asep Ridwan; Ade Irman; Ani Umyati
Jurnal Teknika Vol 16, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v16i1.7799

Abstract

Saat ini cukup banyak pelaku usaha batik di Indonesia khususnya di Banten yang giat untuk meningkatkan daya saingnya. Dalam upaya untuk dapat selalu berada di posisi yang stabil dan dapat terus meningkatkan penjualan diperlukan kinerja yang baik dan tepat di usaha yang dilakukan sehingga dapat mencapai target pasar. UKM Batik Banten Mukarnas Center merupakan salah satu industri kelas menengah yang bergerak di bidang produksi garmen. Dalam memenuhi permintaan, UKM Batik Banten Mukarnas Center belum cukup mampu mengoptimalkan sumber daya pada proses produksinya. Terbukti masih banyak dijumpai pemborosan (waste) dalam hal pemanfaatan sumber daya (terutama bahan baku kain batik) sebagai akibat adanya aktivitas yang kurang efisien dan atau tidak mempunyai nilai tambah (non-value added). Kondisi ini berdampak pada produktivitas dan atau keuntungan menjadi kurang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan efektivitas dan efisiensi kinerja untuk mengoptimalkan proses produksi di UKM Batik Banten Mukarnas Center. Usulan perbaikan dilakukan dengan membuat pemodelan sistem dan disimulasikan dengan menggunakan software Powersim. Hasilnya, pada kondisi eksisting waktu untuk memproduksi satu kain batik adalah selama 92.5 menit dengan jumlah kain batik yang dihasilkan sebanyak 30.35 kain batik per 7 hari. Setelah dilakukan perbaikan dan disimulasikan pada software Powersim didapatkan usulan ketiga sebagai usulan terbaik, yaitu memodifikasi ukuran cap batik dan menambahkan penggunaan mesin pengering pada proses pengeringan kain batik, dimana waktu untuk memproduksi satu kain batik adalah selama 69.7 menit dengan jumlah kain batik yang dihasilkan sebanyak 61.63 kain batik per 7 hari. At the moment, there are quite a several batik entrepreneurs in Indonesia, especially in Banten, who are active in increasing their competitiveness. To be able always to be able to continue to increase sales a good and appropriate performance is needed in the business carried out to reach the target market. UKM Batik Banten Mukarnas Center is one of the middle-class industries engaged in garment production. In meeting its demands, the UKM Batik Banten Mukarnas Center has not optimized its resources in its production process. There are still much wastes (waste) in terms of resource utilization (mainly raw materials of batik cloth) as a result of activities that are less efficient and or have no added value (non-value added). This condition has an impact on productivity and or profit being less than optimal. This study uses an effectiveness and efficiency approach to optimize the production process at UKM Batik Banten Mukarnas Center. Proposed improvements are made by modeling the system and simulated using Powersim software. As a result, in the existing condition, the time to produce one batik cloth was 92.5 minutes with the amount of batik cloth produced as much as 30.35 batik fabrics per 7 days. After being improved and simulated on the Powersim software, the third proposal was obtained as the best proposal, that is modifying the size of the batik stamp and adding the use of a drying machine in the drying process of batik cloth, where the time to produce one batik cloth was 69.7 minutes with the number of batik cloth produced 61.63 batik cloth per 7 days.
ANALISIS NILAI INDEKS BULLWHIP EFFECT PADA SISTEM SUPPLY CHAIN DAN RANCANGAN PERBAIKAN DENGAN PENDEKATAN SIMULASI (Studi Kasus di PT.XYZ) Asep Ridwan; Muhammad Adha Ilhami; Intan Emeralda
Jurnal Teknika Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i1.6681

Abstract

PT XYZ merupakan sebuah industri baja dengan sistem supply chain yang kompleks. Permasalahan yang terjadi adalah adanya pola pesan bahan baku bagian Direct Reduction Plant yang tidak pasti sehingga berpotensi terjadinya Bullwhip Effect. Dampaknya adalah kesalahan dalam memproduksi barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks Bullwhip Effect dan merancang perbaikan dengan simulasi powersim. Penelitian dimulai dengan menghitung indeks Bullwhip Effect seluruh plant kemudian menentukan penyebabnya dengan Fishbone Diagram dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) serta melakukan simulasi Powersim pada plant dengan indeks Bullwhip Effect kritis. Hasil penelitian menunjukkan indeks Bullwhip Effect pada Direct Reduction Plant = 4,05; Billet Steel Plant = 0,79; Slab Steel Plant 1 =1,14; Slab Steel Plant 2 =1,18; Hot Strip Mill = 1,04; Wire Rod Mill = 0,99; dan Cold Rolling Mill = 1,148. Penyebabnya adalah membeli bahan baku ketika harga murah sehingga terjadi penumpukan barang dan tidak melakukan pemesanan saat harga tinggi sehingga kekurangan bahan baku. Rancangan perbaikan yang diusulkan adalah melakukan kerja sama long term dengan pihak supplier sehingga harga relatif tetap dan berkelanjutan. Dengan simulasi yang diusulkan menunjukkan bahwa indeks Bullwhip Effect pada Direct Reduction Plant menurun dari 4,05 menjadi 1,00. Solusi ini untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan baku di gudang.
Usulan pengendalian kualitas GGBFS menggunakan metode six sigma di PT. Krakatau Semen Indonesia Dyah Lintang Trenggonowati; Asep Ridwan; Muhammad NR Priantama
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.602 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6492

Abstract

Dalam menjalankan roda perusahaan, PT Krakatau Semen Indonesia memproduksi GGBFS sebagai produk yang merupakan bahan campuran semen. Namun dalam proses produksinya, kualitas GGBFS selalu dilakukan pengujian. Ambang batas nilai minimum GGBFS kualitas blaine yaitu 420m2/kg . Namun, masih banyak nilai blaine GGBFS yang masih dibawah standard dengan total mencapai 169 sampel dan nilai tertinggi berada di bulan Agustus 2018 mencapai 42 sampel. Oleh karena itu, dibutukan pengendalian kualitas terhadap proses produksi GGBFS agar mampu meminimalisir atau mengeliminasi penyebab kecacatan GGBFS. Dalam melakukan pengendalian kualitas terhadap GGBFS digunakan pendekatan Six Sigma. Six Sigma merupakan visi peningkatan kualitas per sejuta kesempatan yang ada dengan tujuan akhir mencapai 3,4 per sejuta kesempatan. Model perbaikan dari Six Sigma dinamakan DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve , dan Control) . Pada tahap define diketahui critical to quality dari GGBFS yaitu blaine , mesh, dan moisture. Tahap measure dilakukan pengukuran terhadap baseline kinerja perusahaan dengan hasil nilai sigma yaitu 2,90 yang berarti masih berada sesuai dengan rata- rata industri di Indonesia (2- 3 sigma). Pada tahap Analyze, dilakukan identifikasi dengan menggunakan diagram pareto dimana nilai tertinggi diperoleh karakteristik blaine dengan persentasi 100%, selanjutnya melakukan analisis factor- faktor penyebab kegagalan pada karakteristik kualitas blaine yang meliputi factor manusia, lingkungan, material, dan mesin/alat. Adapula analisa menggunakan FMEA yang menghasilkan nilai RPN dari masing- masing faktor penyebab kegagalan dengan nilai RPN tertinggi yaitu 240 dengan penyebab kegagalan plugger tidak rapat sehingga fokus perbaikan berdasarkan nilai RPN dengan menggunakan metode 5W+1H.
OPTIMASI PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU BATUBARA DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING (Studi Kasus di PT. ABC) Asep Ridwan; Ahmad Aji Abadi
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v6i1.9469

Abstract

PT. ABC merupakan salah satu perusahaan penyedia listrik yang mengoperasikan mesin pembangkit listrik menggunakan tenaga uap dengan batubara sebagai bahan baku yang terdiri dari tujuh unit dengan berkapasitas 3400 MegaWatt. Dalam memenuhi kebutuhan bahan bakunya yakni batubara, PT. ABC perlu memilih tempat atau supplier penyedia batubara tersebut agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasikan pemilihan supplier- supplier batubara dalam pemesanan batubara sehingga terpenuhinya kebutuhan batubara di Bulan Januari 2020 secara optimal. Metode yang digunakan yaitu metode Goal Programming dengan langkah awal membuat model simulasi yaitu menentukan fungsi tujuan, batasan atau constrain. Fungsi tujuannya yaitu menentukan jumlah batubara yang dipesan terhadap supplier yang ada dengan meminimasi biaya, waktu, dan memaksimasi nilai kalor yang dihasilkan, setelah dibuat model simulasinya kemudian dilakukan penyelesaian menggunakan software LINGO 18.0. Hasil yang diperoleh yaitu pemesanan batubara yang optimal pada supplier PT.1 sebesar 550.000 MT; PT.2 sebesar 90.000 MT; PT.3 sebesar 80.000 MT; PT.4 sebesar 80.000MT; PT.5 sebesar 200.000; dan PT.8 sebesar 100.000 MT. Minimasi biaya yang dihasilkan sebesar 56071.900 USD; nilai kalor sebesar 488,182 Kkal/MT; minimasi waktu bongkar sebesar 1824,833 jam; minimasi waktu pengiriman yang diperlukan sebesar 152 jam; dan total biaya sewa yang dibutuhkan yaitu sebesar 72705 USD.
Perancangan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang berkelanjutan di Provinsi Banten Supriyanto Supriyanto; Asep Ridwan; Rachmat Tamam; Muhammad Iman Santoso; Dhimas Satria; Ade Irman Saeful Mutaqin
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/12952

Abstract

Perancangan Sistem  Pemerintahan  Berbasis  Elektronik (SPBE) di Provinsi Banten pada penelitian ini difokuskan pada penyusunan peta rencana SPBE Provinsi Banten Tahun 2022 - 2026. Pembuatan Peta Rencana  SPBE ini diawali  dengan melihat gambaran  kondisi  SPBE  Provinsi  Banten pada saat  ini yang kemudian dibandingkan dengan kondisi  yang diinginkan oleh Pemerintah  Provinsi Banten. Dengan demikian  Peta Rencana merupakan  program atau kegiatan  yang direncanakan  untuk mengurangi  gap antara keadaan SPBE Banten saat ini dengan kondisi ideal yang diharapkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara menyelaraskan rencana kegiatan pada Peta Rencana dengan Visi dan Misi Provinsi Banten dan Rencana Induk SPBE Nasional. Hasil penelitian ini memuat sebanyak 78 program yang tersebar pada tujuh unsur Peta Rencana SPBE, yaitu Tata Kelola SPBE sebanyak 16 program, Manajemen SPBE sebanyak 20 program, Layanan SPBE sebanyak 11 program, Infrastruktur SPBE sebanyak 14 program, Aplikasi SPBE sebanyak 4 program, Keamanan SPBE sebanyak 8 program dan Audit Teknologi Informasi dan Komunikasi  sebanyak 5 program.
Optimasi biaya transportasi penentuan lokasi baru gudang distribusi menggunakan metode center of gravity di UMKM Batik Banten XYZ Dyah Lintang Trenggonowati; Asep Ridwan; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12382

Abstract

UMKM Batik Banten XYZ adalah tempat usaha yang memproduksi Batik Banten dan berlokasi di Serang, Banten. UMKM Batik Banten XYZ melakukan distribusi untuk empat kota yakni Tangerang, Bekasi, Jakarta, dan Bogor. Penelitian pada UMKM Batik Banten XYZ dilakukan untuk menentukan lokasi gudang baru untuk meminimalisasi biaya pengiriman ke konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Center of Gravity. Dari hasil penelitian didapatkan lokasi gudang baru dengan titik koordinat X sebesar 11 dan titik koordinat Y sebesar 4 yang berlokasi di Cibubur, Jakarta Timur. Dengan lokasi gudang baru tersebut maka akan meminimumkan jarak tempuh dan biaya transportasi sebesar masing-masing 36,8 % dari jarak dan biaya transportasi awal.
Pengukuran kualitas e-commerce pariwisata Banten menggunakan metode importance-performance analysis (IPA) Supriyanto Supriyanto; Asep Ridwan; Ria Sudiana; Moh. Sofyan Budiarto; Silfiana Silfiana; Ade Irman; Imron Rosyadi; Dhimas Satria; Arta Rusidarma
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.822 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7990

Abstract

Di era informasi global saat ini, manusia sangat menginginkan efisiensi waktu dan tenaga dalam berbagai hal termasuk dalam berwisata. Untuk itu, teknologi komunikasi dan informasi (ICT) dapat berkembang dengan cepat karena dapat memenuhi kebutuhan pengguna tersebut. Keberadaan teknologi ICT dan banyaknya pengguna Internet menjadi peluang dan tantangan bagi pengembangan sektor pariwisata. Peluang ini telah dimanfaatkan dengan sangat baik oleh perusahaan penyedia jasa perdagangan sehingga banyak yang menjadi bagian dalam penggunaan e- commerce untuk memasarkan berbagai produk barang dan jasa termasuk pariwisata. Provinsi Banten merupakan provinsi yang terletak di ujung barat Pulau Jawa sehingga dikelilingi oleh pantai yang dapat digunakan sebagai wahana pariwisata, untuk dapat terus meningkatkan kunjungan pariwisata Banten maka pemanfaatan teknologi ICT khususnya e-commerce untuk mengembangkan potensi pariwisata di Banten harus dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemanfaatan e-commerece di Pariwisata Banten dengan menggunakan E-Servqual yang kemudian diterjemahkan ke dalam diagram Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil IPA menunjukkan bahwa kualitas e-commerce wisata Banten dapat dikatakan sudah cukup baik, hal ini terlihat bahwa 18 dari 28 atribut sudah berkinerja baik.
Pengendalian mutu inventory loss bahan baku utama pakan ternak dengan metode statistical process control (SPC) Asep Ridwan; Niken Ayu Savitri
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7995

Abstract

PT ZPR memproduksi pakan ternak dan berusaha mengurangi inventory loss selama proses produksi sampai penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai loss bahan baku pakan ternak dengan metode statistical processing control (SPC). Peta kendali I-MR digunakan dalam mengendalikan loss bahan baku dan diagram fishbone dalam menganalisis faktor-faktor penyebabnya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, wawancara, dan pengolahan data historis perusahaan selama tiga tahun. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata 10 bahan baku utama sebagai berikut: 1) jagung pada SILO 0,38%; rental warehouse 0,28%; dan production bin 0,82%; 2) gandum pada SILO 0,39%, rental warehouse 0,10%; dan production bin 1,23%; 3) Soybean Meal pada bulk 0,40%; rental warehouse 0,14%; dan production bin 1,14%; 4) Distillers Dried Grains with Soluble (DDGS) pada production bin 2,83%; 5) kedelai pada bulk 0,39%; 6) Corn Gluten Meal (CGM) 0,93%; 7) rice bran 1,64%; 8) wheat bran 0,42%; 9) Crude Palm Oil (CPO) pada Rental Tank 0,44%; dan 10) Meat Bone Meal pada production bin 0 %. Beberapa faktor yang mempengaruhiloss diantaranya adalah: beban yang dibawa terlalu berat; timbangan tidak dikalibrasi; penarikan menggunakan gancu yang terlalu kuat; bagian bawah karung tertusuk; waktu penyimpanan yang terlalu lama; kurangnya pengawasan pada gudang; dan operator terburu-buru.
Pengendalian kualitas produksi roti menggunakan quality control circle Asep Ridwan; Maria Ulfah; Atia Sonda; Vicky Arya
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i2.14159

Abstract

UMKM Nicesy Bakery merupakan salah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pembuatan roti. Produksi donat pada UMKM ini berkisar 100 sampai 500 buah setiap harinya, kecuali pada hari Senin dan Kamis yang memiliki jumlah produksi berkisar 800 sampai 1500 donat. UMKM Nicesy Bakery menghadapi permasalahan dalam pengendalian kualitas yaitu terjadinya cacat atau defect pada produk. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai quality control circle (QCC). Pengambilan data dilakukan pada 22 Februari hingga 30 Maret 2022. Cacat yang paling tinggi terjadi pada tanggal 15 Maret 2022 dengan jumlah produksi sebesar 1790 donat dan jumlah cacat sebesar 314 donat. Jika donat cacat masih layak untuk konsumsi, maka donat akan dikonsumsi oleh pekerja, namun apabila donat cacat tidak layak untuk dikonsumsi, maka donat akan dibuang. Terdapat empat jenis cacat donat yaitu jatuh, gosong, bentuk tidak sesuai, dan kisut. Jenis cacat yang sering terjadi yaitu cacat gosong sebesar 1019. Hasil yang diperoleh dari metode QCC yaitu persentase penurunan cacat donat. Target penurunan cacat yang ingin dicapai adalah sebesar 11%. Berdasarkan usulan perbaikan yang dilakukan diperoleh rata-rata persentase penurunan cacat yaitu sebesar 14% dan penurunan persentase harian terbesar yaitu 15%.