Hasil pengamatan awal melalui wawancara dan observasi kepada peserta dan pelatih, ada dua sekolah yang memiliki kendala dalam pelaksanaan ekstrakurikuler bolabasket, diantaranya terbatasnya jumlah pelatih yang belum bersertifikat, serta terbatasnya jumlah sarana untuk pembinaan ekstrakurikuler bolabasket pada SMAN 7 Malang dan SMAN 9 Malang, sehingga berpengaruh pada prestasi yang diperoleh. Sedangkan SMAN 8 Malang memiliki pelatih yang bersertifikat serta memiliki sarana yang memenuhi kriteria dalam pelaksanaan ekstrakurikuler bolabasket, yang menghasilkan banyak prestasi dalam bidang bolabasket. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembinaan ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri se-Kecamatan Lowokwaru. Metode yang digunakan adalah metode survei. Hasil penelitian pembinaan ekstrakurikuler bolabasket di SMA Negeri 7 Malang memiliki persentase sebesar 46,88%, SMA Negeri 8 Malang memiliki persentase sebesar 92,01%, SMA Negeri 9 Malang memiliki persentase sebesar 49,93%. Hasil dari analisis data pelatih ekstrakurikuler bolabasket di SMA Negeri se-Kecamatan Lowokwaru memiliki persentase sebesar 53,67%.
Copyrights © 2020