Teodolita: Media Komunikasi Ilmiah di Bidang teknik
Vol 15, No 1 (2014)

MESJID SAKA TUNGGAL SEBAGAI RUANG RITUAL KOMUNITAS ISLAM ABOGE DI DESA CIKAKAK BANYUMAS

WITA WIDYANDINI (Unknown)
YOHANA NURSRUWENING (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Apr 2015

Abstract

Mesjid Saka Tunggal Baitussalam di Desa Cikakak Kecamatan Wangon KabupatenBanyumas didirikan oleh Mbah Mustolih pada tahun 1288 dan dianggap sebagai mesjidtertua di Indonesia. Mesjid Saka Tunggal Cikakak memiliki keunikan-keunikan yang tidakdimiliki oleh mesjid lainnya. Pertama, dilihat dari arsitektur bangunannya. Mesjid inidibangun dengan hanya menggunakan satu tiang (saka) yang memikul beban keseluruhanmesjid. Kedua, masyarakat yang tinggal di sekitar Mesjid Saka Tunggal merupakankomunitas Islam Aboge yang menganut ajaran Kejawen. Sebagai penganut Kejawen,komunitas Aboge pun banyak melakukan ritual-ritual Kejawen-nya. Sehingga ada dugaanbahwa Mesjid Saka Tunggal Cikakak sebagai pusat lingkungan permukiman, juga berfungsisebagai ruang ritual bagi komunitas Islam Aboge Cikakak.Kata kunci : mesjid, Saka Tunggal, ruang ritual, Islam Aboge

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

JT

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Control & Systems Engineering Electrical & Electronics Engineering Transportation Other

Description

Teodolita adalah jurnal imiah Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto yang merupakan wadah informasi berupa hasil penelitian, studi literatur maupun karya ilmiah terkait. Jurnal Teodolita terbit 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat materi yang membahas tentang ilmu-ilmu ...