Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui interpretasi bahasa matematika siswa di SDN Malinau dan penyebab kesalahannya. Subjek penelitian ini yaitu kelas V di SDN Malinau yang berjumlah empat belas siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kualitatif, adapun jenis penelitian ini yaitu studi kasusdeskriptif. Hasil penelitian ini yaitu pada permasalahan pertama, kesalahan siswa menginterpretasikan kalimat matematika ke simbol matematika ketika siswa mengubah kalimat matematika “dua puluh ribu empat puluh dua” ke simbol matematika “2042” yang seharusnya “20.042”. Pada permasalahan kedua, kesalahan siswa menginterpretasikan simbol matematika ke kalimat matematika ketika siswa menganggap operasi “tambah” bertemu dengan tanda “negatif” maka tanda “negatif” nya hilang, begitu juga ketika operasi “kurang” bertemu dengan tanda “negatif” maka tanda “negatif” nya hilang. Kesalahan lainnya yaitu siswa menuliskan operasi “kurang” bertemu dengan tanda “negatif” maka berubah menjadi operasi “tambah”, namun tanda “negatif” nya masih dituliskan, meskipun hasil operasinya sudah benar. Penyebab kesalahan siswa menginterpretasikan bahasa matematika ini tidak terlepas dari guru. Hal ini dapat dilihat dari jawaban yang diberikan guru pada permasalahan kedua di mana jawaban guru langsung menuliskan operasi “tambah” jika operasi “kurang” dan tanda “negatif” bertemu
Copyrights © 2020