Inisiasi menyusu dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, dimana bayi dibiarkan mencari putting susu ibunya sendiri. Pemberian ASI Eksklusif serta prosesmenyusui yang benar merupakan sarana yang dapat diandalkan untuk membangun sumberdaya manusia yang berkualitas. Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO danUnicef yang merekomendasikan inisiasi menyusu dini sebagai tindakan “penyelamatankehidupan”, karena inisiasi menyusu dini dapat menyelamatkan 22% dari bayi yangmeninggal sebelum usia satu bulan. Menurut laporan persalinan di UPT Puskesmas GajahMada Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2014 ibu bersalin yang melakukan inisiasi menyusudini sebanyak 216 ibu. Dari 222 persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiapakah ada hubungan inisiasi menyusu dini terhadap pemberian ASI Eksklusif di UPTPuskesmas Gajah Mada Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2014. Jenis penelitian ini bersifatanalitik dengan desain Cross Sectional yang dilaksanakan pada tanggal 09 sampai 14 Juni2014 di UPT Puskesmas Gajah Mada. Tehnik pengambilan sampel dengan purposivesampling sebanyak 60 orang. Pengumpulan data menggunakan daftar checklist dengananalisa data chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang melakukan InisiasiMenyusu Dini sebanyak 46 orang (83,6%), dan ibu yang tidak melakukan Inisiasi MenyusuDini sebanyak 9 orang (16,4%). Ibu yang memberikan ASI Eksklusif kepada bayinyasebanyak 41 orang (74,5%) dan ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 14orang (25,5%). Secara statistik dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Inisiasi MenyusuDini terhadap pemberian ASI eksklusif di UPT Puskesmas Gajah Mada Kabupaten Indragiri Hilir dengan nilai p value (p = 0,007). Diharapkan perlunya melakukan evaluasi tentangpenatalaksanaan Inisiasi Menyusui Dini pada ibu terhadap bayinya karena manfaatnya yangsangat penting terutama dalam menunjang pemberian ASI Eksklusif.
Copyrights © 2016