Kemacetan hampir setiap hari terjadi terutama pada simpang bersinyal. Keadaan ini akan semakin parah pada jam puncak, karena lokasi persimpangan berdekatan dengan permukiman, perkantoran dan pusat perbelanjaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilakukan penelitian tentang alternatif penanganan kemacetan pada persimpangan jalan di Kota Mataram, yaitu Simpang Tanah Haji. Penelitian ini bertujuan menentukan alternatif penanganan pengaturan lalu lintas dan urutan prioritas penanganannya berdasarkan metode AHP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif untuk menganalisis kinerja simpang mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997). Metode kualitatif yang digunakan adalah metode AHP (Analytic Hierarchy Process). AHP adalah metode penilaian dan pembobotan terhadap beberapa kriteria yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Tiga usulan penanganan kemacetan meliputi simpang bersinyal, simpang tak bersinyal dan underpass. Hasil analisis dengan AHP menunjukkan bahwa urutan prioritas penanganan kemacetan terbaik adalah Simpang Tak Bersinyal dengan bobot 42,04%, urutan selanjutnya berturut-turut adalah Underpass dan Simpang Bersinyal dengan bobot masing-masing sebesar 32,68% dan 25,29%.
Copyrights © 2017