Teori common link yang diajukan oleh sarjana barat untuk menelusuri asal usul periwayatan hadis dapat dimanfaatkan guna membuat penanggalan sebuah hadis. Penelitian ini akan menemukan perawi tertua yang meriwayatkan hadis kepada sejumlah murid hingga sampai kepada kolektor (mudawwin). Perawi tertua itulah yang kemudian disebut sebagai common link sebagai orang pertama yang mengedarkan hadis. Dengan mengabaikan interpretasi Juynboll mengenai seorang common link adalah pembuat atau pemalsu hadis, maka kita dapat menyimpulkan bahwa common link adalah tokoh yang pertama kali meriwayatkan sunnah secara verbal. Cara kerja dari teori Common Link ini ialah melalui langkah-langkah berikut: 1)menentukan hadis yang akan diteliti, 2)menelusuri hadis dalam berbagai koleksi hadis, 3)menghimpun seluruh isnad hadis. 4)menyusun dan merekonstruksi seluruh jalur isnad dalam satu bundel isnad (pohon sanad. 5)mendeteksi Common Link, periwayat yang dinilai paling bertanggung jawab atas penyebaran hadis. Kemudian metode tersebut telah mengenalkan apa yang disebut Common Link, yang menyebabkan lahirnya konsep-konsep lain seperti Partial Common Link, Spider, Single Strand dan Diving Strand.
Copyrights © 2014