Kegagalan laba (earning) merefleksikan harga saham secara penuh menyiratkan terdapat informasi lain yang dapat digunakan untuk berinvestasi. Penelitian bertujuan mencari alternatif informasi non laba (earning) dalam berinvestasi dengan menguji (1) hubungan sinyal-sinyal fundamental (account receivable, inventory, gross margin, sales and administrative expeneses, effective tax rate, labor force dan capital expenditure) terhadap return saham , dan (2) informasi komponen arus kas (operating cash flows,investing cash flows dan financing cash flows) terhadap return saham. Penelitian ini dilakukan pada Bursa Efek Indonesia (IDX) dengan menggunakan data sekunder. Penyampelan dilakukan secara purposif dengan menggunakan data sebelum dan sesudah kovergensi IFRS dari 2009-2015 untuk menemukan bukti empiris setelah adanya konvergensi IFRS. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis linear berganda. Hasil yang diperoleh dari dua hasil regresi menunjukkan bahwa hubungan sinyal fundamental dan informasi arus kas terhadap return saham sebelum konvergensi IFRS memiliki hubungan yang signifikan khususnya pada variabel sinyal fundamental seperti inventory, gross margin, sales and administrative expenses dan capital expenditure dan informasi arus kas tidak memiliki hubungan yang signifikan. Sementara hasil diperoleh setelah Konvergensi IFRS hanya memperlihatkan dua variabel sinyal fundamental yang memiliki hubungan yang signifikan yaitu inventory dan sales and administrative expenses.
Copyrights © 2018