Abstract This articel explain the result of how to expand thinking indigenously ability as an element of thinking creatively in math learning to junior high school through Generative Learning with Open-Ended Approach (PGPOE). The experiment used quasi experiment with SMP Negeri 17 Pamulang as the subject and formed experimental class and control class. It can be analyzed quantitatively using t-test. The result showed there were significant differences (p-value less than 5%) between the student who were taught with PGPOE and the student who were taught with common learning at thinking indigenously ability. It showed that the student’s thinking indigenously ability who were taught with PGPOE is much better than the student who were taught with common learning. Keywords: Generatif Learning, Open-Ended Approach, Thinking Indigenously. Abstrak. Artikel ini memaparkan hasil penelitian tentang bagaimana mengembangkan kemampuan berpikir asli sebagai salah satu unsur dalam berpikir kreatif pada pelajaran matematika SMP melalui Pembelajaran Generatif dengan Pendekatan Open-Ended (PGPOE). Penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan subjek SMP Negeri 17 Pamulang, serta membentuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p-value kurang dari 5%) antara siswa yang diajar melalui PGPOE dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa pada kemampuan berpikir asli, dan menunjukkan kemampuan berpikir asli siswa yang diajar melalui PGPOE lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa. Kata Kunci: Berpikir Asli, Open-Ended, Pembelajaran Generatif.
Copyrights © 2011