Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara hasil belajar siswa SMA yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran EKPA (Elisitasi, Konfrontasi, Pengembangan konsep, Aplikasi konsep) dan model pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) pada sub pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 9 Samarinda, Indonesia, pada tahun ajaran 2016/2017. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA1 dan X IPA2 dengan masing-masing kelas berjumlah 30 siswa. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Siswa kelas X IPA1 diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran EKPA dan siswa kelas X IPA2 diajarkan menggunakan model pembelajaran POE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar kimia antara siswa SMA yang diajar dengan model pembelajaran EKPA dengan model pembelajaran POE pada sub pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit
Copyrights © 2018