cover
Contact Name
Sukemi
Contact Email
kekem.basri@gmail.com
Phone
+6282199660776
Journal Mail Official
bivalencsj@fkip.unmul.ac.id
Editorial Address
H Building, Bachelor Degree Program of Chemical Education, Teacher Training and Education Faculty, Mulawarman University Muara Pahu Road, Gunung Kelua Campus, Samarinda City, East Kalimantan - Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Bivalen: Chemical Studies Journal
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26158418     EISSN : 26158426     DOI : https://doi.org/10.30872/bcsj
Core Subject : Science, Education,
Bivalen: Chemical Studies Journal (e-issn: 2615-8426; p-issn: 25\615-8418), disingkat Biv. Chem. Stud. J., dipublikasikan oleh Program Studi S-1 Pendidikan Kimia, Jurusan Pendidikan MIPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman, Indonesia. Frekuensi publikasi terdiri 2 isu (nomor) per tahun (Maret dan September) dan menerima artikel (dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia) hasil penelitian dan review atau short communication pada bidang pendidikan kimia, kimia, dan bidang lain yang mengkaji secara dalam isu-isu terkait pendidikan kimia dan kimia. Jurnal ini free submission charge (bebas biaya submit), Rp. 300,000 (US$ 30,00) untuk biaya publikasi (setiap artikel yang diterbitkan) dan waiver policy for charges dimungkinkan bagi penulis yang memiliki keterbatasan pendanaan khususnya dari penulis yang berasal dari negara berkembang.
Articles 66 Documents
Pengaruh penggunaan model pembelajaran make a match dalam model pembelajaran team games tournament terhadap hasil belajar siswa SMA pada pokok bahasan tata nama senyawa Djainur Aryati; Usman Usman; Abdul Majid
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran make a match dalam model pembelajaran team games tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa SMA pada pokok bahasan tata nama senyawa. Jenis penelitian ini tergolong quasi experiment. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Subjek peneliti adalah siswa kelas X IPA1 (kelas eksperimen, 32 siswa) dan kelas X IPA2 (kelas kontrol, 31 siswa) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Model pembelajaran yang digunakan untuk kelas eksperimen adalah model pembelajaran make a match dalam model pembelajaran TGT dan model pembelajaran yang digunakan untuk kelas kontrol adalah model pembelajaran TGT. Ada tiga data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) data dokumentasi berupa nilai hasil belajar siswa pada pokok bahasan sebelumnya, (2) nilai tes kemampuan kognitif siswa yang diperoleh dari 25% nilai post-test pertemuan pertama, 25% nilai post-test pertemuan kedua dan 50% nilai ulangan harian, dan (3) data aktivitas siswa yang diperoleh melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran make a match dalam model pembelajaran TGT terhadap hasil belajar siswa SMA pada pokok bahasan tata nama senyawa.
Pengurangan miskonsepsi siswa SMK tentang kesetimbangan kimia dengan remedial menggunakan model pembelajaran concept attainment Nurhayati Nurhayati; Abdul Majid; Nurlaili Nurlaili
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran concept attainment untuk mengurangi miskonsepsi siswa SMK pada materi kesetimbangan kimia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Kesehatan Samarinda yang berjumlah 240 siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI-Keperawatan 8 yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Mula-mula sampel melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung kemudian diberi ulangan harian yang memiliki pendeteksi miskonsepsi siswa berdasarkan metode certainty of response index (CRI). Siswa yang masih mengalami miskonsepsi kemudian melaksanakan remedial dengan menggunakan model pembelajaran concept attainment dengan materi kesetimbangan kimia. Sampel diuji kembali dengan soal ulangan harian untuk melihat pengurangan miskonsepsinya. Data hasil penelitian ketika menggunakan model pembelajaran langsung adalah 11,11% siswa memiliki miskonsepsi yang tinggi, sebanyak 59,26% siswa miskonsepsi sedang dan sebanyak 29,63% siswa memiliki miskonsepsi rendah. Setelah proses remedial terdapat 92,59% siswa miskonsepsi rendah, 7,41% siswa paham konsep. Dapat disimpulkan bahwa remedial menggunakan model pembelajaran concept attainment pada materi kesetimbangan kimia dapat mengurangi tingkat miskonsepsi siswa.
Perbedaan hasil belajar siswa SMA yang diajar menggunakan metode demonstrasi dan metode eksperimen pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit Syaiful Bahri; Mukhamad Nurhadi; Iis Intan Widiyowati
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa SMA yang diajar menggunakan metode demontrasi dan eksperimen pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 17 Samarinda, Indonesia. Penelitian ini tergolong quasi experiment dan subjek penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran explicit instruction; kelompok siswa yang diajar dengan metode eksperimen dan kelompok siswa yang diajar dengan metode demonstrasi. Data dalam penelitian ini berupa dokumentasi, nilai tes kemampuan kognitif dan aktivitas siswa. Data dokumentasi berupa nilai siswa pada pokok bahasan sebelumnya yang digunakan untuk menguji homogenitas subjek penelitian. Nilai tes kemampuan kognitif siswa diperoleh dari masing-masing 30% nilai post-test pertemuan 1 dan pertemuan 2 serta 40% nilai ulangan harian. Perbedaan hasil belajar siswa dianalisis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode eksperimen adalah 70,3, lebih baik dari hasil belajar siswa yang menggunakan metode demonstrasi yaitu 61,1 pada taraf signifikan 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan metode eksperimen dan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode demonstrasi.
Perbedaan hasil belajar siswa SMK antara model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dengan model pembelajaran problem based learning pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit Sri Rahma Wati; Ratna Kusumawardani; Abdul Majid
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa SMK pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI (group investigation) dengan model pembelajaran PBL (problem based learning). Jenis penelitian ini adalah quasi experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang terbagi dalam 13 kelas dengan jumlah total siswa sebanyak 405 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Listrik 1 (30 siswa) yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan siswa kelas X Listrik 2 (35 siswa) yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL. Kedua kelas diajar menggunakan strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Data dalam penelitian ini terdiri atas data dokumentasi, nilai tes kemampuan kognitif siswa menggunakan postes dan ulangan harian. Data dokumentasi berupa nilai siswa pada pokok bahasan sebelumnya. Nilai tes kemampuan kognitif siswa diperoleh dari nilai post-test dan nilai ulangan harian. Uji normalitas menggunakan Chi-Square, uji homogenitas menggunakan uji F dan uji perbedaan menggunakan uji t. Rata-rata hasil belajar siswa kelas X Listrik 1 sebesar 79,07 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa kelas X Listrik 2 sebesar 79,64. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran PBL menggunakan strategi REACT.
Pengaruh penggunaan media pembelajaran bonding board dengan model pembelajaran quantum teaching berbasis visual, auditori, kinestetik (VAK) terhadap pemahaman siswa pada materi ikatan kimia Ani Suryani Simbolon; Iis Intan Widiyowati; Ratna Kusumawardani
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran bonding board dengan model pembelajaran quantum teaching berbasis Visual, Auditori, Kinestetik (VAK) terhadap tingkat pemahaman siswa SMA pada materi ikatan kimia. Populasi yang digunakan yaitu seluruh siswa kelas X SMA Negeri 5 Samarinda. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sehingga sampel yang digunakan adalah kelas X 4 dan kelas X 5. Teknik pengambilan data menggunakan teknik tes yang mencakup jenjang pemahaman kognitif siswa terdiri dari pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), penerapan (application), analisis (analysis), penilaian (evaluation), dan mencipta (create). Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 20. Hasil rata-rata kelas yang menggunakan model pembelajaran quantum teaching berbasis VAK adalah 72, 25 dan rata-rata kelas yang menggunakan model pembelajaran quantum teaching berbasis VAK dengan media bonding board adalah 74,96. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penerapan media pembelajaran bonding board dengan model pembelajaran quantum teaching berbasis Visual, Auditori, Kinestetik (VAK) terhadap tingkat pemahaman siswa pada materi ikatan kimia.
Perbedaan hasil belajar siswa SMA pada laboratorium nyata dan virtual dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing Munik Endang Rizkiana; Mukhamad Nurhadi; Maasje C. Watulingas
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa SMA pada laboratorium nyata dan virtual dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada pokok bahasan larutan asam basa kelas XI IPA di SMA Negeri 11 Samarinda. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 11 Samarinda sedangkan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA-2 dan XI IPA-3 yang masing-masing kelas sebanyak 38 siswa dan penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui post test sebanyak dua kali pertemuan pembelajaran dan satu kali pertemuan ulangan harian. Kontribusi nilai masingmasing post test adalah 30% dan kontribusi nilai ulangan harian adalah 40%. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata akhir siswa kelas XI IPA-2 dan XI IPA-3 sebesar 62,37 dan 85,13. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa SMA pada laboratorium nyata dan virtual dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada pokok bahasan larutan asam basa kelas XI IPA di SMA Negeri 11 Samarinda tahun ajaran 2016/2017
Kemampuan kognitif siswa SMA yang diajar menggunakan model pembelajaran ARIAS pada pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan Rahmawati Rahmawati; Nurlaili Nurlaili; Iis Intan Widiyowati
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa SMA yang diajar menggunakan model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, and Satisfaction) pada pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan. Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 216 siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Samarinda, Indonesia, yang terdiri dari 6 kelas. Sampel penelitian ini adalah 33 siswa kelas XI IPA 4 yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dalam penelitian ini berupa nilai tes kemampuan kognitif siswa yang diperoleh dari nilai post-test pada setiap akhir pertemuan dan ulangan harian. Instrumen tes kemampuan kognitif siswa terdiri atas 6 soal yang secara berurutan (dari soal nomor 1 sampai 6) mewakili indikator Bloom ‘srevised taxonomy, yaitu mengingat memahami, menerapkan menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif siswa dalam mengingat dan memahami tergolong sangat baik, kemampuan kognitif siswa dalam menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tergolong baik, dan kemampuan kognitif siswa dalam mencipta tergolong kategori cukup. Secara keseluruhan kemampuan kognitif siswa tergolong kategori baik.
Hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar siswa SMA menggunakan model pembelajaran numbered head together dengan bantuan media papan tempel pada pokok bahasan tata nama senyawa Ahmad Rajab; Muh. Amir Masruhim; Iis Intan Widiyowati
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.279

Abstract

Penelitian im bertujuan untuk mengetahui hubungan minat belajar dengan hasil belajar siswa SMA menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dengan bantuan media papan tempel pada pokok bahasan tata nama senyawa. Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 13 Samarinda yang berjumlah 250 siswa dan terbagi ke dalam 7 kelas. Sampel penelitian adalah 33 siswa kelas X yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes yaitu posttest dan ulangan harian serta teknik nontes berupa angket. Data penelitian ini berupa hasil belajar kognitif dan data minat belajar siswa. Hasil belajar kognitif siswa diperoleh dari masing-masing 20% nilai posttest pertemuan satu dan dua serta 60% nilai ulangan harian. Data minat belajar diperoleh dari lembar angket yang teridiri dari empat indikator minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran NHT berbantukan media papan tempel
Analisis keterampilan proses sains siswa SMA melalui penerapan model pembelajaran learning cycle 5E pada pokok bahasan larutan asam dan basa Serly Wahyuni Salosso; Nurlaili Nurlaili; Ratna Kusumawardani
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterampilan proses sains (KPS) siswa SMA melalui penerapan model pembelajaran learning cycle 5 E (Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, Evaluation) pada pokok bahasan larutan asam dan basa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batu Sopang yang berjumlah 186 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI IPA 2 yang berjumlah 30 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data KPS siswa diperoleh melalui tes kemampuan kognitif menggunakan lembar kerja siswa (LKS) dan observasi. LKS digunakan untuk mengukur 5 indikator KPS yaitu keterampilan merencanakan percobaan, mengelompokkan, meramalkan, menafsirkan dan menerapkan konsep. Observasi digunakan untuk mengukur 4 KPS yaitu keterampilan berkomunikasi, menggunakan alat dan bahan, mengajukan pertanyaan dan observasi. Data pendukung dalam penelitian ini adalah wawancara. Wawancara digunakan sebagai data pendukung untuk mengetahui kendalan siswa dalam pembelajaran pada setiap indikator KPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan mengelompokkan, menerapkan konsep, menggunakan alat atau bahan dan observasi tergolong sangat baik; keterampilan merencanakan percobaan, berkomunikasi, meramalkan dan menafsirkan tergolong baik; dan keterampilan mengajukan pertanyaan tergolong kurang
Hasil belajar siswa SMA yang diajar menggunakan model pembelajaran EKPA dan POE pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit Siska Wardani; Muflihah Muflihah; Maasje C. Watulingas
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara hasil belajar siswa SMA yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran EKPA (Elisitasi, Konfrontasi, Pengembangan konsep, Aplikasi konsep) dan model pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) pada sub pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 9 Samarinda, Indonesia, pada tahun ajaran 2016/2017. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA1 dan X IPA2 dengan masing-masing kelas berjumlah 30 siswa. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Siswa kelas X IPA1 diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran EKPA dan siswa kelas X IPA2 diajarkan menggunakan model pembelajaran POE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar kimia antara siswa SMA yang diajar dengan model pembelajaran EKPA dengan model pembelajaran POE pada sub pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit