Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan dan penyebab terjadinya perubahan tutupan lahan di Wilayah KPH Sintang Utara tahun 2013 - 2017. Metode yang digunakan adalah Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk melakukan analisis data spasial terhadap perubahan tutupan lahan. Berdasarkan analisa data spasial tutupan lahan di Wilayah Kerja KPH Sintang Utara diketahui terdapat 13 (tiga belas) kelas tutupan lahan yaitu Hutan Lahan Kering Sekunder, Hutan Lahan Kering Primer, Hutan Rawa Sekunder, Hutan Tanaman, Pertanian Lahan Kering Campuran, Perkebunan, Belukar Rawa, Belukar, Pertambangan, Sungai, Pemukiman, Pertanian Lahan Kering dan Tanah Terbuka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Tutupan lahan di wilayah KPH Sintang Utara didominasi oleh Pertanian Lahan Kering Campuran seluas 145.400 hektar (53,755%) pada tahun 2013 dan bertambah seluas 3.962 hektar pada tahun 2017 menjadi 149.362 hektar (55,220%), diikuti oleh Hutan Lahan Kering Sekunder yang memiliki luas 42.235 hektar (15,614%) pada tahun 2013 yang bertambah luas pada tahun 2017 menjadi 62.197 hektar (22,994%), dan Hutan Lahan Kering Primer yang memiliki luas 49.499 hektar (18,300%) pada tahun 2013 dan berkurang seluas 21.475 hektar menjadi 28.024 hektar (10,361%) pada tahun 2017. Penyebab terjadinya perubahan tutupan lahan adalah deforestasi dan degradasi lahan di Wilayah KPH Sintang Utara, dimana deforestasi yang terjadi pada tahun 2013-2017 mengakibatkan perubahan tutupan yang berhutan menjadi tidak berhutan seluas 166.031 hektar.
Copyrights © 2019