Tanah PMK dikenal dengan tanah ultisol yang memiliki beberapa kekurangan seperti pH rendah, bahan organik rendah, unsur hara rendah serta kandungan Al dan Fe yang tinggi sehingga menghambat penyerapan hara. Agar dapat diusahakan maka pemberian MOL rebung dapat memperbaiki struktur tanah dan menambah unsur hara. Membaiknya struktur tanah dan tersedianya unsur hara menyebabkan tanaman bayam tumbuh dan berproduksi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan MOL rebung dalam meningkatkan hasil bayam cabut pada tanah PMK. Penelitian ini dilakukan dengan metode percobaan lapangan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan MOL rebung sebagai perlakuan yang terdiri dari 5 (lima) taraf dan lima ulangan yaitu: tidak diberi MOL rebung (M0), 15 ml MOL rebung (M1), 30 ml MOL rebung (M2), 45 ml MOL rebung (M3), dan 60 ml MOL rebung (M4). Hasil penelitian diketahui bahwa Pemberian MOL rebung berpengaruh terhadap hasil bayam cabut pada tanah PMK, yang ditandai dengan berat segar tanaman. Pemberian 60 ml MOL rebung menghasilkan hasil bayam cabut yang tertinggi pada tanah PMK, rata-rata 40,70 gram per tanaman.
Copyrights © 2019