Abstrak: Masyarakat Kabupaten Ende hidup bersama di kampung-kampung (Nua). Orang–orang yang hidup bersama dalam kampung itu secara umum berasal dari nenek moyang atau leluhur yang sama. Mereka hidup dan berbuat sesuai dengan adat isitadat warisan nenek moyang yang masih kental hingga kini. Sebagaimana perkampungan adat lainnya,Wolotopo merupakan salah satu kampung adat yang kaya dengan nuansa budayanya dan tersimpan berbagai seni budaya daerah sebagai potensi yang mesti dipertahankan keberadaannya bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat adat Wolotopo adalah bagian dari kelompok manusia yang mampu menghasilkan karyanya, yang mencerminkan nilai-nilai dan pandangan hidup yang dianutnya. Berbagai hasil karya masyarakat adat Wolotopo yang terungkap dan diwujudkan secara nyata menjadi ciri khusus bahwa Wolotopo merupakan kampung tradisional dan tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat adat yang bersifat komunal.Abstract: The people of Ende Regency live together in the villages (Nua). The people who live together in the village generally come from the same ancestors or ancestors. They live and do according to the customs of the heritage of ancestors still strong today. Like other traditional villages, Wolotopo is one of indigenous villages rich with cultural nuances and stored various regional cultural arts as a potential that must be maintained for present and future generations. This proves that the Wolotopo indigenous people are part of a group of people who are able to produce his work, which reflects the values and views of life that attentive. Various product creation community tradition Wolotopo indigenous peoples work is revealed and manifested to be a distinctive feature that Wolotopo is a traditional village and not inseparable from the communal life of communal peoples.
Copyrights © 2020