Hakikat dakwah adalah adanya sebuah usaha yang dapat merubah seseorang dari yang belum tahu menjadi tahu, belum paham menjadi paham, dan adanya peningkatan pengamalan keagamaan objek dakwah. Pendampingan mu’allaf merupakan dakwah yang intensif yaitu perbuatan seseorang dengan cara tertentu untuk membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi mu’allaf dalam seluruh aspek kehidupannya untuk mencapai tujuan yakni meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Maka yang dimaksud pendamping mu’allaf adalah orang yang dengan keahliannya tertentu diberi tugas untuk membantu kesulitan-kesulitan atau permasalah yang dihadapi mu’allaf, baik yang berkaitan dengan permasalahn spiritual (keberagamaan), psikis, ekonomi, sosial budaya. Pelatihan bertujuan untuk memperoleh para pendamping yang memiliki pemahaman ilmu agama cukup, ikhlas, berakhlak mulia, berwawasan ilmu pengetahuan, umum yang luas, bisa berkomunikasi dengan baik dan menarik. Semangat berkemajuan dan beradaban membawa dampak pada perkembangan upaya dakwah yang dilaksanakan umat Islam dalam hal ini Muhammadiyah/Aisyiyah. Muhammadiyah/Aisyiyah sebagai organisasi keagamaan (dakwah), sosial dan kemasyarakatan. Muhammadiyah dan Aisyiyah harus menjadi yang terdepan dalam memperhatikan para mu’allaf, oleh sebab itu perlu diadakan pembinaan dan pelatihan pendampingan mu’allaf untuk menjadikan mereka sebagai seorang muslim yang taat. Sebagai organisasi dakwah amar makruf nahi munkar dan tajdid di lingkungannya, perempuan Aisyiyah terpanggil membina dan membimbing kelompok mu’allaf. Ini menunjukkan ghirah kuat untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat luas di bawah Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Karo.
Copyrights © 2020